News and Education Versi penuh
Nasional

Pengorbanan Tertinggi: Tiga TNI Gugur, Indonesia Berduka

Presiden Prabowo Subianto memimpin penghormatan terakhir bagi tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon. Kisah haru, pengabdian, dan makna perdamaian dunia.

Oleh Uno 05 Apr 2026 18:05 2 menit baca

JAKARTA - menjadi momen yang sarat emosi di Terminal VIP Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Di ruang tengah yang biasanya menjadi simbol kehormatan bagi tamu negara, kali ini terbentang suasana berbeda hening, khidmat, dan penuh duka.

Presiden Prabowo Subianto hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada tiga prajurit terbaik bangsa yang gugur dalam misi perdamaian dunia di bawah bendera United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Mereka adalah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadon. tiga nama yang kini terukir dalam sejarah pengabdian Indonesia di kancah global.

Presiden Menyapa Keluarga

Di tengah barisan peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih, Presiden tampak melangkah perlahan. Ia tidak hanya berdiri sebagai kepala negara, tetapi juga sebagai sesama manusia yang memahami arti kehilangan.

Satu per satu keluarga didekati. Tangan digenggam erat, tatapan penuh empati disampaikan tanpa banyak kata.

“Negara berduka, dan kami menghormati pengorbanan luar biasa ini,” menjadi pesan yang tersirat dalam gestur Presiden.

Momen ini menjadi titik paling menyentuh ketika negara hadir bukan hanya dalam simbol, tetapi dalam rasa.

Sebelum tiba di tanah air pukul 17.20 WIB, ketiga jenazah telah lebih dahulu mendapatkan penghormatan di Bandara Internasional Rafic Hariri, Beirut, Lebanon, pada Kamis (2/4/2026).

Upacara pelepasan dipimpin langsung oleh Force Commander UNIFIL, menandai penghargaan internasional atas dedikasi prajurit Indonesia dalam misi global.

Perjalanan panjang dari Timur Tengah menuju Indonesia bukan sekadar perpindahan fisik, tetapi perjalanan pulang penuh kehormatan.

Upacara di Soekarno-Hatta menjadi bagian awal dari rangkaian penghormatan kenegaraan. Setelah prosesi persemayaman, jenazah akan diberangkatkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan secara militer.

Turut hadir sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, hingga Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Kehadiran mereka menegaskan satu hal: pengorbanan ini adalah milik bangsa.

Ketiga prajurit ini tidak gugur di tanah air, tetapi di negeri orang, demi menjaga stabilitas global.

Mereka adalah representasi nyata dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia, sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi.

Topik terkait
prabowo UNIFIL Perdamaian dunia