News and Education Versi penuh
EBis

Pengrajin Pinisi Bulukumba Tembus Pasar Dunia

Pengrajin pinisi Bulukumba, H. Abdullah Hasan, sukses membangun kapal hingga ke luar negeri dan memberdayakan puluhan pekerja lokal.

Oleh Uno 17 Apr 2026 07:55 3 menit baca

BULUKUMBA - Di tengah deru ombak pesisir Tana Beru, seorang pria Paruh baya berdiri mengamati rangka kayu raksasa yang hampir rampung. Dialah H. Abdullah Hasan, pengrajin pinisi Bulukumba yang sejak muda mengabdikan hidupnya pada pembuatan kapal tradisional, kini menembus pasar internasional dan menyerap puluhan tenaga kerja lokal.

Jejak Panjang Pengrajin Pinisi Bulukumba

Nama H. Abdullah Hasan bukan sosok asing di kawasan Kabupaten Bulukumba. Di usianya yang menginjak 60-an, ia masih aktif mengawasi pembangunan kapal pinisi. ikon maritim khas Sulawesi Selatan.

Sejak muda, ia telah menggeluti dunia pembuatan kapal. Dari tangan dinginnya, puluhan kapal pinisi telah berlayar hingga ke luar negeri. Konsistensinya menjadikan pengrajin pinisi Bulukumba ini sebagai salah satu pelaku utama industri tradisional yang tetap bertahan di tengah modernisasi.

Setiap pesanan kapal, ia menetapkan target pengerjaan sekitar satu tahun dua bulan. “Itu waktu ideal agar kualitas tetap terjaga,” ujarnya.

Menjaga Tradisi, Menghidupi Masyarakat

Lebih dari sekadar bisnis, usaha yang dijalankan Abdullah Hasan memiliki dampak sosial yang nyata. Ia mempekerjakan sekitar 30 buruh, sebagian besar berasal dari Desa Ara, wilayah yang dikenal sebagai pusat keahlian pembuatan pinisi.

“Saya mempekerjakan tenaga kerja yang memang ahli di bidang pembuatan kapal pinisi dari Desa Ara. Ada yang harian, ada juga sistem borongan,” tuturnya.

Di lokasi pembuatan kapal, suasana kerja terasa hidup. Suara palu dan gergaji berpadu dengan angin laut. Para pekerja tampak cekatan, seolah setiap kayu memiliki cerita yang harus disusun dengan presisi.

Abdullah dikenal sebagai sosok yang rendah hati. Ia tidak hanya memberi pekerjaan, tetapi juga menjaga tradisi turun-temurun agar tetap hidup di tengah masyarakat pesisir.

Kapal Pesanan Tokoh dan Proyek Terbesar

Dalam perjalanan usahanya, H. Abdullah Hasan pernah menerima pesanan dari tokoh nasional, termasuk Jusuf Kalla pada 2014, jauh sebelum kembali menjabat sebagai Wakil Presiden.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam kariernya sebagai pengrajin pinisi Bulukumba.

Tahun ini, ia tengah menyelesaikan proyek terbesar sepanjang hidupnya: kapal pesanan Surya Paloh dengan kapasitas 600 ton. Kapal tersebut diperkirakan rampung pada Juli.

“Ini yang paling besar yang pernah saya kerjakan,” katanya singkat, namun penuh makna.

Regenerasi dan Harapan Masa Depan

Meski masih aktif, Abdullah mulai memikirkan regenerasi. Ia perlahan menyerahkan tanggung jawab usaha kepada anaknya, meski belum sepenuhnya dilepas.

“Sekarang umur saya sudah tidak muda lagi. Pekerjaan ini saya serahkan ke anak saya, walaupun belum sepenuhnya,” ungkapnya.

Namun, lebih dari sekadar warisan usaha, ia menitipkan pesan yang sarat makna.

“Bapak bukan sekadar membuatmu setara dengan bapak. Kamu harus lebih berhasil, lebih bijaksana, dan lebih mulia. Bahu bapak adalah pijakanmu untuk melihat dunia lebih tinggi.”

Pesan itu bukan hanya untuk anaknya, tetapi juga mencerminkan semangat keberlanjutan dalam tradisi pembuatan pinisi di Bulukumba.

Pinisi Bulukumba di Tengah Arus Modernisasi

Di tengah gempuran industri kapal modern, eksistensi pinisi tetap bertahan. Bukan sekadar alat transportasi, pinisi telah menjadi simbol budaya dan identitas maritim Indonesia.

Peran pengrajin seperti Abdullah Hasan menjadi krusial. Mereka tidak hanya menjaga teknik tradisional, tetapi juga membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global.

Warisan yang Terus Berlayar

Kisah Abdullah Hasan adalah potret ketekunan, tradisi, dan harapan. Dari pesisir sederhana di Tana Beru, ia membangun kapal-kapal yang menembus batas negara.

Ke depan, keberlanjutan industri pinisi sangat bergantung pada regenerasi dan adaptasi terhadap zaman. Jika nilai-nilai yang diwariskan tetap dijaga, bukan mustahil pinisi Bulukumba akan terus berlayar membawa nama Indonesia ke dunia.*

Topik terkait
Pengrajin Pinisi Bulukumba Kapal Pinisi Tana Beru Industri Kapal Tradisional Sulsel