Pengrajin Pinisi Bulukumba Tembus Pasar Dunia
Pengrajin pinisi Bulukumba, H. Abdullah Hasan, sukses membangun kapal hingga ke luar negeri dan memberdayakan puluhan pekerja lokal.
JALURDUA BULUKUMBA - Di tengah deru ombak pesisir Tana Beru, seorang pria Paruh baya berdiri mengamati rangka kayu raksasa yang hampir rampung. Dialah H. Abdullah Hasan, pengrajin pinisi Bulukumba yang sejak muda mengabdikan hidupnya pada pembuatan kapal tradisional, kini menembus pasar internasional dan menyerap puluhan tenaga kerja lokal.
Jejak Panjang Pengrajin Pinisi Bulukumba
Nama H. Abdullah Hasan bukan sosok asing di kawasan Kabupaten Bulukumba. Di usianya yang menginjak 60-an, ia masih aktif mengawasi pembangunan kapal pinisi. ikon maritim khas Sulawesi Selatan.
Sejak muda, ia telah menggeluti dunia pembuatan kapal. Dari tangan dinginnya, puluhan kapal pinisi telah berlayar hingga ke luar negeri. Konsistensinya menjadikan pengrajin pinisi Bulukumba ini sebagai salah satu pelaku utama industri tradisional yang tetap bertahan di tengah modernisasi.
Setiap pesanan kapal, ia menetapkan target pengerjaan sekitar satu tahun dua bulan. “Itu waktu ideal agar kualitas tetap terjaga,” ujarnya.
Menjaga Tradisi, Menghidupi Masyarakat
Lebih dari sekadar bisnis, usaha yang dijalankan Abdullah Hasan memiliki dampak sosial yang nyata. Ia mempekerjakan sekitar 30 buruh, sebagian besar berasal dari Desa Ara, wilayah yang dikenal sebagai pusat keahlian pembuatan pinisi.
- Kurdiansyah Anggoro Pantau Pesanan Pinisi Surya Paloh
- Pengrajin Pinisi Bulukumba Tembus Pasar Dunia
- BPS Canangkan Desa Cantik Rilau Ale, Ubah Desa Jadi Subjek Data
- Apdesi Merah Putih Deklarasi Desa Bersinar di Bulukumba
- Pemkab Bulukumba Perkuat Tata Kelola Data Berbasis Spasial