Pengrajin Pinisi Bulukumba Tembus Pasar Dunia
Pengrajin pinisi Bulukumba, H. Abdullah Hasan, sukses membangun kapal hingga ke luar negeri dan memberdayakan puluhan pekerja lokal.
Pinisi Bulukumba di Tengah Arus Modernisasi
Di tengah gempuran industri kapal modern, eksistensi pinisi tetap bertahan. Bukan sekadar alat transportasi, pinisi telah menjadi simbol budaya dan identitas maritim Indonesia.
Peran pengrajin seperti Abdullah Hasan menjadi krusial. Mereka tidak hanya menjaga teknik tradisional, tetapi juga membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global.
Warisan yang Terus Berlayar
Kisah Abdullah Hasan adalah potret ketekunan, tradisi, dan harapan. Dari pesisir sederhana di Tana Beru, ia membangun kapal-kapal yang menembus batas negara.
Ke depan, keberlanjutan industri pinisi sangat bergantung pada regenerasi dan adaptasi terhadap zaman. Jika nilai-nilai yang diwariskan tetap dijaga, bukan mustahil pinisi Bulukumba akan terus berlayar membawa nama Indonesia ke dunia.*
- Tuchel Tegaskan Harry Kane Striker Utama Inggris
- Iran Tepis Kemungkinan Trump Bertemu Mojtaba Khamenei: Tak Realistis
- Rio Ngumoha Diincar Bayern, Liverpool Pasang Label Not For Sale
- Kebakaran hutan dan lahan di Nagan Raya Aceh 'meluas hingga 90 hektare' – 'Api b...
- Piala Dunia 2026: Harry Kane dan Lini Pertahanan Krusial buat Inggris
