Pengrajin Pinisi Bulukumba Tembus Pasar Dunia

Pengrajin pinisi Bulukumba, H. Abdullah Hasan, sukses membangun kapal hingga ke luar negeri dan memberdayakan puluhan pekerja lokal.

Pengrajin Pinisi Bulukumba Tembus Pasar Dunia
Foto: H. Abdullah Hasan (memakai celana pendek) tengah berbincang dengan Kurdiansyah Anggoro/JalurDua/Muhlis Uno/
Bacakan Artikel

Pinisi Bulukumba di Tengah Arus Modernisasi

Di tengah gempuran industri kapal modern, eksistensi pinisi tetap bertahan. Bukan sekadar alat transportasi, pinisi telah menjadi simbol budaya dan identitas maritim Indonesia.

Peran pengrajin seperti Abdullah Hasan menjadi krusial. Mereka tidak hanya menjaga teknik tradisional, tetapi juga membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global.

Warisan yang Terus Berlayar

Kisah Abdullah Hasan adalah potret ketekunan, tradisi, dan harapan. Dari pesisir sederhana di Tana Beru, ia membangun kapal-kapal yang menembus batas negara.

Ke depan, keberlanjutan industri pinisi sangat bergantung pada regenerasi dan adaptasi terhadap zaman. Jika nilai-nilai yang diwariskan tetap dijaga, bukan mustahil pinisi Bulukumba akan terus berlayar membawa nama Indonesia ke dunia.*

Pilih Halaman: