Pengrajin Pinisi Bulukumba Tembus Pasar Dunia
Pengrajin pinisi Bulukumba, H. Abdullah Hasan, sukses membangun kapal hingga ke luar negeri dan memberdayakan puluhan pekerja lokal.
Pinisi Bulukumba di Tengah Arus Modernisasi
Di tengah gempuran industri kapal modern, eksistensi pinisi tetap bertahan. Bukan sekadar alat transportasi, pinisi telah menjadi simbol budaya dan identitas maritim Indonesia.
Peran pengrajin seperti Abdullah Hasan menjadi krusial. Mereka tidak hanya menjaga teknik tradisional, tetapi juga membuktikan bahwa produk lokal mampu bersaing di pasar global.
Warisan yang Terus Berlayar
Kisah Abdullah Hasan adalah potret ketekunan, tradisi, dan harapan. Dari pesisir sederhana di Tana Beru, ia membangun kapal-kapal yang menembus batas negara.
Ke depan, keberlanjutan industri pinisi sangat bergantung pada regenerasi dan adaptasi terhadap zaman. Jika nilai-nilai yang diwariskan tetap dijaga, bukan mustahil pinisi Bulukumba akan terus berlayar membawa nama Indonesia ke dunia.*
- Sinergi Diskominfo Sulsel–BMKG, Perkuat Info Cuaca
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- HUT ke-68 Lombok Barat, Mendes Yandri Soroti Etos Kerja Desa
- Menaker Yassierli Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas