News and Education Versi penuh
Daerah

Penyanderaan Kru MT Honour 25, Pemerintah Didesak Turun Tangan

Forkopimcam Bulukumba kunjungi rumah keluarga Adi Faizal, korban penyanderaan kru kapal MT Honour 25 oleh perompak Somalia. Simak kondisi psikologis terkini.

Oleh Uno 19 May 2026 07:07 3 menit baca

Jalurdua.com BULUKUMBA — Suasana batin keluarga Adi Faizal Bin Muh. Ramli di Dusun Tombolo, Desa Bonto Baru’a, Kecamatan Bonto Tiro, mendadak runtuh sejak kabar buruk itu sampai ke telinga mereka. Adi, salah satu pelaut muda asal Kabupaten Bulukumba, kini berada di bawah ancaman senjata setelah menjadi korban penyanderaan kru kapal MT Honour 25 oleh kelompok perompak Somalia di perairan internasional. Menanggapi krisis kemanusiaan ini, jajaran Forkopimcam Bonto Tiro langsung bergerak cepat mengunjungi rumah orang tua korban untuk memberikan dukungan psikologis dan moril, Senin (18/5/2025) sore.

Langkah kaki Camat Bonto Tiro, Hj. Andi Endang HD, terdengar berat saat memasuki rumah panggung khas Bugis-Makassar milik orang tua Adi pukul 15.05 WITA. Di dalam ruangan, atmosfer ketegangan dan kesedihan begitu pekat terasa. Sang ibu tak mampu membendung air mata saat menyambut rombongan kedatangan pejabat kecamatan dan aparat penegak hukum tersebut.

"Kami hadir di sini bukan sekadar bertamu, melainkan sebagai representasi negara yang ikut merasakan kepedihan dan kecemasan keluarga," ujar Andi Endang dengan suara bergetar, mencoba menenangkan ibu korban yang terus menggenggam foto anaknya.

Kronologi Krisis Pelaut Bulukumba di Perairan Internasional

Kasus penyanderaan kru kapal MT Honour 25 ini langsung memicu perhatian serius di tingkat lokal maupun nasional. Kapal tanker tempat Adi Faizal bekerja dihadang oleh pembajak bersenjata di wilayah rawan perairan internasional dekat Tanduk Afrika. Sejak komunikasi terputus, pihak keluarga praktis hidup dalam ketidakpastian global yang mencekam.

Kapolsek Bonto Tiro, IPTU Kamaruddin, bersama W.s Danramil 1411-06/Bt, Letda Arm Amir Hamzah, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, mencoba memberikan kalkulasi situasi yang rasional kepada keluarga. Kehadiran aparat keamanan dan Kepala Desa Bonto Baru’a, H. Andi Kaharuddin Titi, menjadi jangkar penguat bagi keluarga yang sedang limbung.

Aparat kepolisian dan TNI setempat berjanji akan terus mengawal perkembangan informasi dari pemerintah pusat. Upaya diplomasi internasional kini sedang digodok di Jakarta demi menyelamatkan para pelaut Indonesia.

Trauma Psikologis Keluarga Korban Pembajakan Somalia

Menanti kabar di tengah situasi penyanderaan bajak laut bukanlah perkara mudah. Setiap detik berlalu laksana siksaan bagi keluarga Adi Faizal di Dusun Tombolo. Pemerintah daerah memahami betul bahwa selain langkah diplomasi, menjaga kondisi psikologis keluarga di kampung halaman adalah prioritas yang tidak boleh diabaikan.

"Kami meminta dengan sangat agar seluruh anggota keluarga tetap tenang, menjaga kesehatan, dan tak putus melempar doa. Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri tidak akan tinggal diam," tegas Letda Arm Amir Hamzah di hadapan kerabat korban.

Anjangsana empati yang digagas oleh Forkopimcam ini menjadi bukti nyata hadirnya lini pertahanan sosial terkecil di daerah. Bhabinkamtibmas Desa Bonto Baru’a, Aiptu Zyukri, juga disiagakan untuk memantau keamanan lingkungan sekitar rumah korban dari potensi misinformasi yang bisa memperkeruh suasana.

Menanti Langkah Konkrit Diplomasi Pemerintah RI

Tepat pukul 16.20 WITA, kegiatan silaturahmi kemanusiaan ini berakhir dengan tertib. Kendati rombongan Forkopimcam telah berpamitan, sisa-sisa kecemasan masih menggelayut di atap rumah orang tua Adi Faizal. Dukungan moril yang diberikan setidaknya mampu mengalirkan sedikit ketenangan di tengah badai ujian yang menimpa mereka.

Kasus pembajakan di perairan internasional ini menjadi alarm keras bagi keselamatan pelaut domestik yang mengadu nasib di kapal asing. Publik kini menanti taji dan respons cepat dari Kementerian Luar Negeri serta instansi terkait untuk segera membebaskan Adi Faizal dan seluruh kru kapal tanker tersebut.

Dukungan penuh dari komunitas lokal Bulukumba diharapkan mampu menjadi energi penopang bagi keluarga, sembari berharap ketukan palu diplomasi Jakarta segera memulangkan Adi Faizal ke pelukan hangat keluarganya di Bonto Tiro.***

Topik terkait
pelaut bulukumba disandera perompak somalia info bulukumba