Pertahanan Terakhir Ukraina di Mariupol, Putin: Blokade total: 'Jangan sampai lalat bisa lolos'
Ket: Militer Rusia bersiaga di Mariupol timur, siap untuk menyerbu kawasan industri Azovstal. Pada Kamis (21/04) Putin meminta serangan ditunda dulu. (Foto : Getty Images / AFP) Jalurdua.com - Jak...
Dalam satu rekaman video, Mayor Volyna meminta bantuan internasional untuk 500 serdadu yang terluka dan ratusan perempuan dan anak-anak yang bersembunyi bersama pasukannya.
"Mungkin waktu kami hanya tersisa beberapa hari atau beberapa jam lagi," kata Mayor Volyna.
"Musuh mengerahkan unit-unit yang melebihi jumlah kami puluhan kali, mereka unggul di udara, artileri, pasukan infanteri, mesin-mesin [perang lain], dan tank-tank," kata Mayor Volyna.
Penasihat di Kementerian Pertahanan Ukraina, Yuriy Sak, kepada BBC hari Kamis (21/04) mengatakan situasi di Mariupol masih sangat sulit.
"Saat ini ada lebih 1.000 warga sipil yang berlindung di sana. Penasihat presiden mengatakan ia siap berangkat ke Mariupol dan berunding tanpa syarat. Sejauh ini kami belum mendapatkan tanggapan [dari pihak Rusia]," ungkap Sak.
Ia mengatakan sebelum perang, terdapat lebih 500.000 warga di Mariupol.
"Sekarang ini, sekitar 100.000 orang terjebak di kota yang diduduki [Rusia]. Tapi tak semua wilayah Mariupol di bawah kendali Rusia," katanya.
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- HUT ke-68 Lombok Barat, Mendes Yandri Soroti Etos Kerja Desa
- Menaker Yassierli Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas
- Apresiasi Kementan: Percepatan Klaim Asuransi Tani di Lamongan
- Jelang 70 Tahun Diplomasi: Indonesia-Jepang Kian Solid
- WNI di Malaysia Diimbau Ikut Repatriasi Migran Sebelum Berakhir
- Krisis Iklim Mengintai, Indonesia Perkuat Aliansi Kehutanan Global
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui