Krisis Iklim Mengintai, Indonesia Perkuat Aliansi Kehutanan Global

Kerja sama kehutanan Indonesia-Korea di Seoul menjadi strategi baru menghadapi kebakaran hutan dan ancaman El Nino 2026 dengan dukungan teknologi satelit dan kolaborasi global.

Krisis Iklim Mengintai, Indonesia Perkuat Aliansi Kehutanan Global
Foto: Raja Juli Antoni, dan Menteri Kehutanan Korea (KFS), Park Eunsik, di Seoul, Korea Selatan/kehutanan.go.id/JalurDua/
Bacakan Artikel

JALURDUA Seoul - Di tengah ancaman perubahan iklim dan bayang-bayang kebakaran hutan yang kian nyata, Indonesia mengambil langkah strategis. Dari Seoul, sebuah kerja sama penting diteken—bukan sekadar dokumen diplomatik, melainkan harapan baru bagi jutaan hektare hutan dan kehidupan yang bergantung padanya.

Kesepakatan ini menjadi bagian dari diplomasi hijau yang mengiringi kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto, mempertegas bahwa isu lingkungan kini berada di garis depan hubungan bilateral Indonesia dan Korea Selatan.

Kerja sama ini ditandatangani oleh Menteri Kehutanan Indonesia, Raja Juli Antoni, dan Menteri Korea Forest Service (KFS), Park Eunsik, di Seoul, Korea Selatan. Momentum ini tidak hanya simbolis, tetapi juga strategis, menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

Dua dokumen utama menjadi fondasi kolaborasi. Pertama, Framework Arrangement on Cooperation on Priority Program in Forestry, yang berfungsi sebagai payung besar kerja sama kehutanan. Kedua, Memorandum of Understanding on Forest Fire Management and Post-Fire Restoration Cooperation, yang fokus pada penanganan kebakaran hutan.

Mengapa kerja sama ini penting? Karena Indonesia menghadapi ancaman nyata dari perubahan iklim, terutama menjelang potensi El Nino pada Juni 2026. Bagaimana implementasinya? Melalui transfer teknologi, pelatihan, hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: