Krisis Iklim Mengintai, Indonesia Perkuat Aliansi Kehutanan Global

Kerja sama kehutanan Indonesia-Korea di Seoul menjadi strategi baru menghadapi kebakaran hutan dan ancaman El Nino 2026 dengan dukungan teknologi satelit dan kolaborasi global.

Krisis Iklim Mengintai, Indonesia Perkuat Aliansi Kehutanan Global
Foto: Raja Juli Antoni, dan Menteri Kehutanan Korea (KFS), Park Eunsik, di Seoul, Korea Selatan/kehutanan.go.id/JalurDua/
Bacakan Artikel

Lebih menarik lagi, Korea berencana meluncurkan satelit pemantauan kebakaran hutan pada September 2026. Satelit ini mampu memantau secara real time, bahkan menjangkau hingga 55% wilayah Indonesia.

Respons Indonesia: Antisipasi El Nino 2026

Raja Juli Antoni menyambut kerja sama ini dengan optimisme tinggi. Ia menilai kolaborasi ini akan memberikan dampak signifikan, terutama dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan dan lahan.

Fenomena El Nino yang diproyeksikan terjadi pada pertengahan 2026 menjadi perhatian serius. Dengan dukungan teknologi dan pengalaman Korea, Indonesia berharap mampu memperkuat sistem pengendalian kebakaran yang selama ini menjadi tantangan besar.

Implementasi Nyata dan Masa Depan Kolaborasi

Kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan. Kedua negara sepakat untuk mendorong implementasi melalui berbagai langkah konkret, seperti pertukaran pengetahuan, pengembangan proyek bersama, pelatihan, hingga pembentukan Joint Consultation Committee.

Ini menjadi kelanjutan dari hubungan panjang Indonesia dan Korea Selatan di sektor kehutanan yang telah terjalin lebih dari empat dekade. Kini, kolaborasi tersebut memasuki fase baru yang lebih strategis dan berorientasi masa depan.

Pilih Halaman: