PLN di Hari Listrik Nasional ke 76, Antara Ada dan Tiada!
Oleh : Ahmad DaryokoKoordinator INVEST. Eksistensi PLN riil hanya dapat dilihat dari "riak"2 gerakan Serikat Pekerja termasuk Anak2 Perusahaannya, serta dari Laporan Keuangan. Pada 22 Juli 2020...
JALURDUA Oleh : Ahmad Daryoko
Koordinator INVEST.
Eksistensi PLN riil hanya dapat dilihat dari "riak"2 gerakan Serikat Pekerja termasuk Anak2 Perusahaannya, serta dari Laporan Keuangan.
Pada 22 Juli 2020 Serikat Pekerja Gabungan PLN sebenarnya sudah melakukan protes lewat Seminar , karena mulai awal 2020 pembangkit PLN di Jawa-Bali hanya beroperasi sekitar 10% dari yang dibutuhkan. Sedang yang 70% sudah dikuasai Shenhua dkk (yang berkolaborasi dng JK, Luhut BP, Dahlan Iskan dan Erick Tohir).
Begitu juga jaringan ritail PLN sudah dijual oleh Dahlan Iskan (saat ybs DIRUT PLN dan Meneg BUMN antara 2010-2014) dalam bentuk curah/bulk/"Whole sale market" ke Tommy Winata dan Taipan 9 Naga yang lain spt SCBD dll. Sedang yang recehan dalam bentuk TOKEN ke mereka juga dan perusahaan2 Dahlan Iskan. Sehingga PLN di Jawa-Bali hanya menjadi "penjaga tower" Transmisi dan Distribusi saja.
Kondisi diatas hanya bisa dilihat dan di deteksi dari manuver Serikat Pekerja , apapun "judul" nya ! Gerakan terakhir dng thema "Holdingisasi", yaitu krn skenario pengalihan PLTP ke Pertamina.
- Kebakaran Hutan di Prefektur Iwate Jepang, 1.800 Warga Mengungsi
- Komite Wasit soal Gol Offside yang Picu Kericuhan di Laga EPA
- HGI City Cup 2026 Dimulai Pekan Ini, Demi Masa Depan Domino RI
- Komite Wasit Nilai 2 Gol Dewa United Kontra Persib Sah
- BEI Telisik Rencana Right Issue Grup Lippo (MPPA) Rp1,2T
- Cegah Nikah Dini, KUA Gantarang Masifkan Silaturahmi Lintas Sektor
- Standar LAM KPRS: Cara RSUD Bulukumba Kejar Mutu Paripurna
- Wujudkan Tata Kelola Transparan, Pemdes Siddo Rilis Rincian APBDes Tahun Anggara...
- Kebakaran Hutan di Prefektur Iwate Jepang, 1.800 Warga Mengungsi
- Komite Wasit soal Gol Offside yang Picu Kericuhan di Laga EPA