Program MBG Jadi Motor Ekonomi Rakyat di Makassar

BGN soroti peran tenaga kerja lokal Makassar dalam program gizi nasional. Dorong ekonomi rakyat dan lapangan kerja inklusif.

Program MBG Jadi Motor Ekonomi Rakyat di Makassar
Foto: Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, mengapresiasi keselarasan misi Pemerintah Kota Makassar dalam menciptakan lapangan kerja dengan kebutuhan tenaga terampil untuk mendukung distribusi pangan bergizi/. Biro Hukum dan Humas BGN/JalurDua/
Bacakan Artikel

Pernyataan ini menegaskan hubungan erat antara kebijakan birokrasi dan kualitas sumber daya manusia.

Inklusivitas sebagai Kekuatan Utama

Makassar tidak hanya membangun sistem, tetapi juga membangun kepercayaan. Inklusivitas yang digaungkan bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang membuka ruang bagi semua lapisan masyarakat.

Dalam konteks ini, tenaga kerja lokal bukan hanya objek pembangunan, tetapi subjek utama. Mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga tumbuh bersama sistem yang mendukung.

Dari perspektif sosial, hal ini menciptakan efek berantai. Ketika satu individu mendapatkan pekerjaan, maka satu keluarga memperoleh akses terhadap kehidupan yang lebih layak. Ketika banyak individu terserap, maka ekonomi lokal pun bergerak lebih dinamis.

Makassar dan Peta Gizi Nasional

Apa yang terjadi di Makassar memberi gambaran tentang bagaimana program nasional bisa diimplementasikan secara kontekstual. Kota ini tidak hanya mengikuti kebijakan pusat, tetapi juga menerjemahkannya sesuai dengan kebutuhan lokal.

Dalam peta besar pembangunan gizi nasional, Makassar mulai menempati posisi penting sebagai model integrasi antara investasi, tenaga kerja, dan pelayanan publik.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: