Respons Henti Jantung, RSUD Bulukumba Gembleng CS hingga Satpam

RSUD Bulukumba latih satpam & cleaning service kuasai respons henti jantung. Langkah taktis pangkas risiko fatalitas pasien lewat rantai penyelamatan.

Respons Henti Jantung, RSUD Bulukumba Gembleng CS hingga Satpam
Foto: Pelatihan ini dipantau langsung oleh jajaran manajemen kunci, termasuk Kepala Bidang Keperawatan, St. Daharia, SKM., M.Kes, serta Kepala Bidang Pengembangan SDM/JalurDua/
Bacakan Artikel

Melalui pendekatan inklusif ini, pihak rumah sakit berusaha memutus mata rantai birokrasi penanganan darurat yang kaku. Ketika seorang penunggu pasien tiba-tiba mengalami henti jantung di selasar rumah sakit, satpam yang bertugas di dekatnya kini tidak perlu panik mencari perawat terlebih dahulu hanya untuk melakukan tindakan awal. Dengan pelatihan ini, koordinasi antarprofesi diharapkan menguat secara organik, menciptakan sistem pelayanan kesehatan yang aman, cepat, dan berkualitas di tingkat daerah.

Standardisasi Prosedur dan Aktivasi Bantuan Kegawatdaruratan

Setelah seremoni pembukaan usai, fokus beralih sepenuhnya pada pemaparan materi teknis yang dibawakan oleh dr. Muliawan Mubarak. Sebagai pemateri utama, ia membedah berbagai aspek vital penanganan kegawatdaruratan medis. Materi yang disajikan sengaja dirancang agar mudah dicerna oleh tenaga nonmedis tanpa mengurangi bobot ilmiah, mulai dari pengenalan dini tanda-tanda fisik henti jantung dan henti napas, prosedur baku aktivasi bantuan darurat internal, hingga langkah penanganan awal sebelum tim medis khusus tiba di lokasi kejadian.

Pelatihan ini dipantau langsung oleh jajaran manajemen kunci, termasuk Kepala Bidang Keperawatan, St. Daharia, SKM., M.Kes, serta Kepala Bidang Pengembangan SDM, Penelitian dan Pengembangan, dr. Andi Marla Susyanti Akbar, M.Tr.Adm.Ked. Kehadiran mereka menegaskan bahwa keterlibatan 149 peserta yang mencakup koordinator ruangan perawatan, staf perawat, satpam, hingga cleaning service merupakan bagian dari cetak biru jangka panjang untuk menciptakan budaya keselamatan dan kesiapsiagaan yang menyeluruh dan merata di seluruh sudut rumah sakit.

Bagi tim cleaning service dan petugas keamanan, pelatihan ini memberikan wawasan baru yang mengubah paradigma kerja mereka. Mereka kini memahami bahwa fungsi mereka bukan sekadar menjaga kebersihan fisik dan ketertiban area, melainkan juga bertindak sebagai mata dan telinga medis yang mampu mengidentifikasi bahaya fatalitas pasien sejak dini. Standardisasi ini memastikan tidak ada ruang bagi kelalaian akibat ketidaktahuan prosedur dasar ketika nyawa manusia sedang dipertaruhkan di lantai perawatan.

Membangun Budaya Keselamatan Publik yang Responsif

Komitmen nyata yang ditunjukkan oleh manajemen RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba lewat agenda ini memberikan sinyal positif bagi peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat di Sulawesi Selatan. Dengan memperkuat kompetensi sumber daya manusia di segala lini, rumah sakit daerah ini berusaha membuktikan bahwa layanan medis profesional, responsif, dan berorientasi pada keselamatan pasien dapat diwujudkan secara konsisten melalui penguatan sistem respons kegawatdaruratan internal yang solid.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: