Rusia Akan Kerahkan Senjata Nuklir jika Swedia-Finlandia Gabung NATO
Senjata Nuklir Rudal Hipersonik Rusia - Foto: kompas Jalurdua.com - Jakarta | Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev secara terang-terangan mengatakan militer Rusia akan mengerahkan s...
Senjata Nuklir Rudal Hipersonik Rusia - Foto: kompas
Jakarta | Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev secara terang-terangan mengatakan militer Rusia akan mengerahkan senjata nuklir dan rudal hipersonik jika Finlandia dan Swedia bergabung aliansi NATO.
Dmitry Medvedev juga menyebutkan tidak ada lagi pembicaraan Baltik yang bebas nuklir.
"Tidak ada lagi pembicaraan tentang status bebas nuklir untuk Baltik - keseimbangan harus dipulihkan," kata Medvedev, yang juga mantan Presiden Rusia era 2008-2012, dikutip dari Reuters, Kamis, 14 April 2022.
Medvedev berharap Finlandia dan Swedia memiliki logika. Jika tidak, katanya, mereka harus hidup dengan senjata nuklir dan rudal hipersonik di dekat rumah.
Rusia memiliki persenjataan hulu ledak nuklir terbesar di dunia. China dan Amerika Serikat juga menjadi pemimpin global dalam teknologi rudal hipersonik.
Finlandia meraih kemerdekaan dari Rusia pada tahun 1917 dan berperang dua kali selama Perang Dunia 2 yang membuat kehilangan beberapa wilayah.
Baru-baru ini, Perdana Menteri Finlandia, Sanna Marin sedang mempertimbangkan bergabung dengan NATO dan akan diputuskan dalam beberapa pekan ke depan.
Sementara itu, Swedia belum pernah berperang selama 200 tahun. . Kebijakan luar negeri negara Nordik ini telah difokuskan pada mendukung demokrasi dan perlucutan senjata nuklir.