Surah Al-Baqarah Ayat 26: Hikmah Nyamuk dalam Taklim RSUD

Ustadz Rofiuddin kupas tuntas Surah Al-Baqarah ayat 26 dalam taklim RSUD Bulukumba. Temukan hikmah mendalam di balik perumpamaan nyamuk bagi pasien.

Surah Al-Baqarah Ayat 26: Hikmah Nyamuk dalam Taklim RSUD
Foto: Pertemuan berkala dalam program taklim rutin di MasjidNurul Afiat RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba/JalurDua/
Bacakan Artikel

Jalurdua.com BULUKUMBA — Suasana hening dan khusyuk menyelimuti Masjid Nurul Afiat RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba pada Kamis, 11 Juni 2026. Di tengah hilir mudik tenaga medis dan aroma khas bangsal rumah sakit, puluhan pasang mata—yang sebagian besar menyimpan gundah akibat ujian kesembuhan—tertuju pada satu titik. Mereka mendengarkan dengan khidmat kupasan mendalam mengenai Surah Al-Baqarah ayat 26 yang dibawakan oleh penceramah terkemuka, Ustadz Rofiuddin, Lc.

Pertemuan berkala dalam program taklim rutin ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Bagi para pasien yang sedang berjuang melawan penyakit, keluarga pasien yang setia mendampingi, hingga pegawai rumah sakit yang bersiaga 24 jam, majelis ilmu ini menjadi oase psiko-spiritual yang sangat krusial. Kehadiran mereka di rumah Allah tersebut laksana penyejuk di tengah ketidakpastian kondisi kesehatan.

Ustadz Rofiuddin, Lc, membuka tausiyahnya dengan membedah realitas kehidupan di lingkungan rumah sakit. Beliau mengaitkan momentum bulan-bulan Hijriah yang penuh kemuliaan dengan panggilan untuk menata kembali niat. Salah satu poin tajam yang ia sampaikan adalah pentingnya menanamkan niat yang tulus dalam setiap jengkal amal saleh. Termasuk, menghadirkan niat kuat untuk melaksanakan ibadah haji bagi umat Islam yang hingga hari ini belum mendapatkan kesempatan untuk menunaikannya.

Membedah Isyarat Ilahi Melalui Mahluk Kecil

Memasuki inti kajian, perhatian jemaah semakin tersedot ketika penceramah mulai mengulas kandungan Surah Al-Baqarah ayat 26. Ayat ini secara spesifik berbicara mengenai bagaimana Allah SWT memberikan perumpamaan makhluk-makhluk-Nya yang kerap dianggap remeh oleh manusia, seperti seekor nyamuk.

"Sesungguhnya Allah tidak segan membuat perumpamaan seekor nyamuk atau yang lebih kecil dari itu," ujar Ustadz Rofiuddin menyitir potongan firman-Nya. Beliau menjabarkan bahwa di balik penciptaan mahluk sekecil nyamuk, terdapat tanda-tanda kebesaran yang luar biasa bagi mereka yang mau berpikir secara mendalam.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: