Waspadai Pencaplokan Blok Migas Natuna Timur oleh China!
Foto : Marwan Batubara Marwan Batubara, IRESS Masuknya kapal-kapal nelayan, survei dan kapal perang China ke Laut Natuna Utara dalam beberapa tahun terakhir tampaknya sudah biasa. Pada akhir Ag...
Nilai Ekonomi Blok Migas Natuna Timur
Blok NT menyimpan cadangan gas bruto sekitar 222 triliun kaki kubik (triliun cubic feet, TCF). Dengan kandungan karbon dioksida sekitar 72 persen, maka cadangan gas bersih Blok NT sekitar 46 TCF. Blok NT juga menyimpan cadangan minyak sekitar 500 juta barel.
Secara ekonomi, jika diasumsikan harga gas adalah US$ 10 per MMBTU (million/juta British thermal unit), harga minyak US$ 75 per barel dan nilai tukar US$/Rp = 14.300, maka nilai ekonomi bruto gas Blok NT adalah: 46.000.000 MMCF x 1000/MMCF x $10 x 14.300 = Rp 6.576, 67 triliun. Sedangkan nilai bruto minyak: 500 juta x 75 x 14.300 = Rp 536,25 triliun. Sehingga nilai bruto migas Blok NT adalah: (6.576, 67 + 536,25) = Rp 7.112,91 triliun.
Dengan laju ekstraksi terkendali rata-rata 2000 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day, atau Juta Standar Kaki Kubik per Hari), dan dialokasikan seluruhnya untuk kebutuhan domestik, maka Blok NT mampu memenuhi kebutuhan gas nasional antara 40-60 tahun. Melihat nilai ekonomi dan manfaat besar bagi energi nasional, sangat pantas jika pemerintah berupaya maksimal mempertahan serta segera mengembangkan Blok NT.
Sebenarnya kontrak eksplorasi Blok NT telah ditandatangani dengan ExxonMobil pada 1980. Namun karena tidak tercapainya kesepakatan bagi hasil dan berbagai variable kerja sama, terutama karena besarnya biaya pemisahan CO2 dan lokasi yang jauh dari konsumen, kontrak gagal berlanjut ke pengembangan. Kerja sama dengan ExxonMobil berakhir 2006.
Blok NT harusnya dikembangkan tidak hanya berdasar analisis aspek eknomi-keuangan, untung rugi (cost-benefit analysis, CBA) seperti berlaku umum. Tetapi harus pula memperhitungkan aspek-aspek lain seperti sosial-politik, lingkungan, keberlanjutan, hankam dan geo-politik. Sehingga keputusan pengembangan diambil setelah melalui analisis multi-kriteria (multi-criteria decision analysis, MCDA) terhadap seluruh aspek terkait.
- Jadwal MotoGP Spanyol 2026, Mulai Digeber Hari Ini!
- Maaf AS, Iran Masih Tetap Mau Tampil di Piala Dunia!
- Mbappe Like Berita Mourinho Balik ke Madrid, Arbeloa: Saya Tak Peduli
- Tangis Haru Peziarah di Makam Rasulullah Memasuki Musim Haji 2026
- Pemerintah Italia Tak Ingin Gli Azzurri Jadi Pengganti Iran
- Cegah Nikah Dini, KUA Gantarang Masifkan Silaturahmi Lintas Sektor
- Standar LAM KPRS: Cara RSUD Bulukumba Kejar Mutu Paripurna
- Wujudkan Tata Kelola Transparan, Pemdes Siddo Rilis Rincian APBDes Tahun Anggara...
- Jadwal MotoGP Spanyol 2026, Mulai Digeber Hari Ini!
- Maaf AS, Iran Masih Tetap Mau Tampil di Piala Dunia!
- Kebakaran Hutan di Prefektur Iwate Jepang, 1.800 Warga Mengungsi
- Komite Wasit soal Gol Offside yang Picu Kericuhan di Laga EPA
- Serangan Granat Israel Bunuh Jurnalis-Fotografer di Lebanon
- Tangis Haru Peziarah di Makam Rasulullah Memasuki Musim Haji 2026
- Arbeloa Jawab Isu Keretakan Hubungan dengan Carvajal