Bahaya Spot Foto Tebing, Nyawa Siswi Melayang di Apparalang

Kasus korban tenggelam Pantai Apparalang diselidiki polisi. Tragedi siswi jatuh dari tebing picu urgensi standardisasi wisata pantai aman Bulukumba.

Bahaya Spot Foto Tebing, Nyawa Siswi Melayang di Apparalang
Foto: Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Andi Imran Hamid/JalurDua/
Bacakan Artikel

"Dari keterangan saksi, korban diduga terpeleset dan terjatuh ke laut saat berada di area spot foto yang berada di pinggir tebing kawasan wisata tersebut. Korban kemudian terseret arus dan dinyatakan hilang," ungkap Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Andi Imran Hamid, mewakili Kapolres Bulukumba AKBP Restu Wijayanto, S.I.K., pada Senin, 8 Juni 2026.

Lautan Apparalang yang terkenal dengan arus bawahnya yang kuat langsung menelan tubuh siswi tersebut. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Personel Polres Bulukumba, TNI, pemerintah setempat, hingga relawan segera dikerahkan ke lokasi. Mereka melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di bawah kegelapan malam.

Setelah pencarian intensif selama hampir sepuluh jam, jasad korban akhirnya ditemukan mengapung pada Senin dini hari pukul 00.10 WITA. Tubuh Elmi yang sudah tidak bernyawa ditemukan sejauh 1,5 kilometer dari titik awal dirinya terjatuh. Isak tangis keluarga pecah saat jenazah dievakuasi dan langsung diserahkan untuk proses pemakaman.

Ancaman Nyata di Balik Estetika Destinasi Wisata


Tragedi yang menimpa Elmi Febrianti membuka mata banyak pihak tentang adanya bahaya spot foto tebing yang dibangun tanpa sertifikasi kelaikan yang jelas. Fenomena "wisata instagenic" memaksa banyak pengelola lokal berlomba-lomba mendirikan anjungan buatan di lokasi-lokasi rawan seperti tepi jurang, atas pohon, atau tebing pantai demi menarik kunjungan wisatawan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: