WMPP Berbalik Laba Rp92,9M, Tapi Defisit Rp1,4T di Kuartal III
JALURDUA -
EmitenTrust.com - PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (WMPP) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp92,92 miliar hingga 30 September 2026, berbalik dari posisi rugi bersih Rp173,60 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perubahan kinerja tersebut terjadi seiring peningkatan pendapatan dan perbaikan sejumlah pos keuangan perseroan. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim, penjualan neto WMPP mencapai Rp961,95 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 37,89% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp697,63 miliar. Perseroan juga berhasil membalikkan rugi bruto Rp13,20 miliar menjadi laba bruto Rp20,12 miliar. Namun, beban pokok penjualan masih tercatat sebesar Rp941,83 miliar, meningkat dibandingkan Rp710,82 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dari sisi operasional, WMPP masih membukukan rugi usaha sebesar Rp71,40 miliar. Meski demikian, angka tersebut menyusut 17,93% dibandingkan rugi usaha Rp87 miliar pada sembilan bulan pertama 2025. Perbaikan juga terlihat pada pos penghasilan dan beban lain-lain. Perseroan mencatat penghasilan lain-lain neto sebesar Rp67,14 miliar, berbalik dari beban lain-lain neto Rp86,60 miliar pada periode sebelumnya. Dengan demikian, rugi sebelum pajak berhasil ditekan menjadi Rp4,26 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan rugi sebelum pajak Rp173,60 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Meski masih mencatat rugi sebelum pajak, WMPP membukukan manfaat pajak penghasilan tangguhan sebesar Rp97,19 miliar. Pos tersebut menjadi faktor penting yang mendorong perseroan mencatatkan laba bersih Rp92,92 miliar hingga September 2026. Dari total laba bersih tersebut, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp103,11 miliar, berbalik dari rugi Rp155,05 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, kepentingan nonpengendali mencatat rugi Rp10,19 miliar. Di sisi neraca, WMPP masih mencatatkan saldo laba negatif atau defisit yang belum ditentukan penggunaannya sebesar Rp1,47 triliun per 30 September 2026. Meski masih besar, defisit tersebut menyusut 6,55% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp1,57 triliun. Total aset perseroan tercatat sebesar Rp3,76 triliun, turun 17,20% dibandingkan posisi 31 Desember 2025 sebesar Rp4,54 triliun. Sementara itu, total liabilitas menyusut 23,78% menjadi Rp3,08 triliun dari sebelumnya Rp4,04 triliun. Penurunan tersebut terutama terlihat pada liabilitas jangka pendek yang turun dari Rp1,98 triliun menjadi Rp510,37 miliar. Adapun total ekuitas WMPP meningkat 35,79% menjadi Rp681,78 miliar per akhir September 2026, dibandingkan Rp502,10 miliar pada akhir Desember 2025. Dari sisi arus kas, perseroan mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp6,58 miliar, meningkat dibandingkan Rp4,40 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.