Alarm Inflasi Bulukumba: Penggiling Lokal Desak SK Bupati
Koordinator Penggiling Lokal Bulukumba desak pembentukan Tim Monitoring Gabah melalui SK Bupati guna cegah kebocoran stok pangan dan tekan inflasi daerah.
Dampak dari kebocoran gabah ini bak bola salju. Berkurangnya aktivitas pengolahan di tingkat lokal secara otomatis mengganggu distribusi beras ke pasar-pasar tradisional. Tekanan harga di tingkat konsumen pun menjadi ancaman nyata bagi masyarakat luas.
"Ini bukan sekadar soal bisnis penggilingan, ini soal perut rakyat Bulukumba," jelas Abbana menekankan aspek kemanusiaan dari carut-marut distribusi ini. Ia berharap Pemkab Bulukumba segera merespons dengan langkah konkret dan terukur agar ekosistem pertanian tetap sehat dan berkelanjutan.
Keberanian Bupati untuk segera menandatangani SK Tim Monitoring akan menjadi ujian sejauh mana pemerintah berpihak pada kedaulatan pangan lokal. Jika tidak, Bulukumba hanya akan menjadi penonton saat hasil buminya menghidupi daerah lain, sementara rakyatnya sendiri harus menebus beras dengan harga tinggi. ***
- Rebut Pole Lagi Setelah 196 Hari, Ini Kata Francesco Bagnaia
- Pemegang Saham AYAM Drop! Haji Singgih Januratmoko Pengendali Tunggal
- KOI Beri Penghargaan Buat Atlet dan Cabor Konsisten Raih Prestasi
- Hasil Super League: Arema Menang 3-0 Atas PSM
- IRGC Rilis Rekaman Serangan Rudal Ditempel Pesan ke Kapal-kapal AS
- Alarm Inflasi Bulukumba: Penggiling Lokal Desak SK Bupati
- Jumat Berkah, Relawan KSJ Bulukumba Sapa Warga di Depan Lapas
- DPRD Bulukumba Rekomendasi Pemkab Bentuk Tim Monitoring Gabah dan Beras
- Rebut Pole Lagi Setelah 196 Hari, Ini Kata Francesco Bagnaia
- Pemegang Saham AYAM Drop! Haji Singgih Januratmoko Pengendali Tunggal