Dampak Sampah Pesisir, RSUD Bulukumba Turun ke Pantai

RSUD Bulukumba turun langsung tangani dampak sampah pesisir di Pantai Merpati. Simak aksi nyata tenaga kesehatan putus rantai penyakit di hulu.

Dampak Sampah Pesisir, RSUD Bulukumba Turun ke Pantai
Foto: Puluhan tenaga kesehatan dari RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba memutuskan keluar dari ruang steril rumah sakit. Mereka turun langsung menyisir Kawasan Pantai Merpati pada Jumat, 12 Juni 2026/JalurDua/
Bacakan Artikel

Jalurdua.com BULUKUMBA – Krisis lingkungan di kawasan pesisir bukan lagi sekadar isu estetika pariwisata, melainkan ancaman nyata bagi kesehatan publik. Menyadari rantai dampak sampah pesisir yang berujung pada penuhnya bangsal perawatan, puluhan tenaga kesehatan dari RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Kabupaten Bulukumba memutuskan keluar dari ruang steril rumah sakit. Mereka turun langsung menyisir Kawasan Pantai Merpati pada Jumat, 12 Juni 2026.

Aksi pungut sampah ini bukan agenda biasa. Kehadiran para dokter, perawat, dan manajemen rumah sakit dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tersebut menjadi sinyal kuat: sektor hilir kesehatan kini harus berjuang di hulu guna memutus mata rantai penyakit akibat pencemaran lingkungan.

Suasana di ikon wisata Kabupaten Bulukumba itu tampak berbeda sejak pagi hari. Sembari menenteng kantong sampah besar, para tenaga medis yang biasanya berhadapan dengan jarum suntik dan stetoskop, kini harus membungkuk memilah sampah plastik yang berserakan di sepanjang garis pantai. Langkah taktis ini diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Bulukumba melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), yang juga merangkaikannya dengan Pasar Murah serta program inovatif Tukar Saldo Sampah dengan Sembako.

Memutus Rantai Penyakit dari Hulu Pesisir

Langkah manajemen rumah sakit daerah ini memuat pesan edukasi yang mendalam bagi masyarakat lokal. Selama ini, kesadaran publik terhadap korelasi antara kebersihan wilayah pesisir dan tingkat kesehatan individu masih sangat minim. Sampah plastik yang tertimbun di pantai tidak sekadar merusak pemandangan, tetapi berpotensi menjadi sarang vektor penyakit hingga mencemari rantai makanan melalui mikroplastik.

Humas RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Andi Abhy, menegaskan bahwa keterlibatan aktif institusinya merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang tidak bisa ditawar. Ada beban moral yang dipikul penyedia layanan kesehatan ketika melihat laju kerusakan lingkungan terus meningkat.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: