Dari Ladang ke Pabrik: Strategi BULOG Menyelamatkan Hasil Panen Tebu Petani Blora

BULOG bantu petani tebu Blora salurkan panen ke pabrik gula. Langkah nyata jaga harga, pasar, dan kesejahteraan petani

Dari Ladang ke Pabrik: Strategi BULOG Menyelamatkan Hasil Panen Tebu Petani Blora
Foto: Direktur Utama Perum BULOG Dr. Ahmad Rizal Ramdhani/Humas BULOG RI/JalurDua/
Bacakan Artikel

Pernyataan tersebut bukan sekadar retorika institusional. Dalam konteks lapangan, kepastian pasar adalah segalanya. Tanpa itu, petani berada dalam posisi tawar yang lemah, rentan terhadap fluktuasi harga, dan terjebak dalam siklus ketidakpastian.

Menjawab Aspirasi, Meredam Gejolak

Langkah BULOG ini juga tidak bisa dilepaskan dari dinamika yang berkembang di Blora. Aksi penyampaian aspirasi oleh sebagian petani tebu menjadi sinyal bahwa ada persoalan mendasar yang perlu segera dijawab. suara-suara ini bukan sekadar protes, melainkan bentuk kegelisahan kolektif dari mereka yang menggantungkan hidup pada tanah dan musim.

Alih-alih melihatnya sebagai tekanan, BULOG memandang aspirasi tersebut sebagai bagian dari proses perbaikan. Ini menjadi pendekatan yang menunjukkan kedewasaan institusional—bahwa kritik adalah pintu masuk untuk reformasi tata niaga yang lebih berpihak pada petani.

Koordinasi lintas sektor pun diperkuat. BULOG bekerja sama dengan pemerintah daerah, PTPN, dan SGN untuk memastikan proses penyerapan berjalan lancar. Kolaborasi ini penting, karena persoalan tebu tidak bisa diselesaikan secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara produksi, distribusi, hingga pengolahan.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: