Etika Jurnalistik Dipertanyakan, Pakar Soroti Framing Media
Dr Iqbal Sultan kritik media mainstream soal judul bombastis Rp2 miliar helikopter Sulsel. Tekankan pentingnya verifikasi dan edukasi publik.
Jalurdua.com - Makassar - Di era kecepatan informasi, satu kata dalam judul berita bisa mengubah persepsi publik secara drastis. Kata โhabiskanโ misalnya, terdengar tegas, keras, bahkan memicu emosi. Namun, bagaimana jika kata itu belum sepenuhnya mewakili fakta?
Di tengah dinamika media digital yang semakin kompetitif, Pakar komunikasi publik dan media massa, Dr Iqbal Sultan, mengingatkan kembali esensi jurnalisme: mendidik, bukan menggiring opini.
Antara Data dan Sensasi
Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap pemberitaan salah satu media lokal Sulawesi Selatan yang mengangkat judul โPemprov Sulsel Habiskan Rp2 Miliar untuk Sewa Helikopterโ.
Padahal, jika ditelusuri dari sumber data primer di situs resmi pengadaan pemerintah, yakni sirup.inaproc.idโplatform milik LKPPโinformasi tersebut masih berupa rencana pengadaan, bukan realisasi anggaran.
Di sinilah letak persoalannya. Dalam perspektif komunikasi publik, pemilihan diksi memiliki dampak besar terhadap framing berita.
โPadahal ini kan baru rencana, belum dilaksanakan di tahun 2026, kenapa menggunakan diksi menghabiskan,โ ujar Dr Iqbal Sultan, dikutip dari laman sulselprov.go.id, kamis 2 April 2026.
Pilar Demokrasi yang Tidak Boleh Goyah
- Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
- Singapore Open 2026: Fajar/Fikri Runner-up Lagi, Akui Masalah Mental
- Arteta: Gabriel Ingin Jadi Penendang Kelima
- Khvicha Kvaratskhelia Pemain Terbaik Liga Champions 2025/26
- Arsenal Dicibir: Cuma PSG yang Niat Main Bola