Bukan Sekadar Teori, Siswa Athirah Belajar Demokrasi di Bulukumba

Sebanyak 170 siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar kunjungi DPRD Bulukumba untuk belajar fungsi legislasi dan pengawasan. Upaya edukasi politik sejak dini bagi siswa.

Bukan Sekadar Teori, Siswa Athirah Belajar Demokrasi di Bulukumba
Foto: Sebanyak 170 siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar memenuhi ruangan itu untuk mengikuti kunjungan edukasi sekaligus sesi berbagi pengalaman tentang peran legislatif daerah/JalurDua/
Bacakan Artikel

JALURDUA BULUKUMBA – Riuh rendah suara remaja seketika memenuhi ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bulukumba yang biasanya formal dan kaku pada Selasa pagi, 28 April 2026. Sebanyak 170 siswa SMA Islam Athirah 1 Makassar hadir bukan untuk berdemo, melainkan untuk "mengintip" dapur demokrasi dalam kunjungan edukasi yang mendalam.

Mereka duduk di kursi-kursi yang biasanya ditempati para wakil rakyat, mendengarkan langsung bagaimana kebijakan publik digodok di bawah atap gedung wakil rakyat tersebut. Kehadiran ratusan generasi Z ini disambut hangat oleh Wakil Ketua I DPRD Bulukumba, Fahidin HDK, bersama jajaran Komisi II dan Sekretariat DPRD.

Menembus Dinding Teori: Memahami Tiga Pilar Legislatif


Bagi para siswa, istilah legislasi, penganggaran, dan pengawasan mungkin hanya barisan teks membosankan di buku Pendidikan Pancasila. Namun, di hadapan Fahidin HDK, istilah-istilah itu menjadi hidup. Ia menjelaskan dengan lugas bahwa DPRD adalah benteng terakhir yang memastikan kebijakan pemerintah tetap berpihak pada rakyat kecil.

"Fungsi pengawasan itu krusial. Kami memastikan setiap peraturan daerah dan kebijakan publik berjalan sesuai koridor, bukan sekadar hitam di atas putih," ujar Fahidin di hadapan para siswa yang menyimak dengan antusias.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: