Gelombang Panas Laut, Bom Waktu bagi Kesehatan Manusia

Gelombang Panas Laut, Bom Waktu bagi Kesehatan Manusia
Bacakan Artikel
Redaksi

Redaksi Jalurdua.com

Jalurdua.com Klikhijau.com – Gelombang panas laut membawa dampak lebih luas, lebih mengerikan. Bukan hanya berdampak buruk pada biota laut, semisal terumbu karang yang memutih dan mati. Dampak buruknya jauh lebih luas, menyentuh kesehatan fisik dan mental manusia.

Karena dampaknya mulai “brutal”, maka para peneliti dari Universitas Adelaide dan Universitas Hong Kong menyerukan agar gelombang panas laut diakui sebagai masalah kesehatan masyarakat utama.

Alasan para peneliti tersebut sederhana saja, dampak gelombang panas  terhadap manusia sebagian besar telah diabaikan meskipun semakin banyak bukti tentang konsekuensinya yang luas.

Mari kita mundur ke tahun 2023. Saat itu Intensifikasi Badai Otis berdampak  terhadap Meksiko dengan kerugian sekitar lebih dari US$15 miliar.

Tidak hanya itu, dampak Topan Doksuri pada tahun yang sama. Di mana mempengaruhi lebih dari dua juta orang di seluruh Asia juga dikaitkan dengan gelombang panas laut.

Hal terbaru, sebuah makalah baru yang diterbitkan di Nature Sustainability menguraikan bagaimana periode berkepanjangan suhu laut yang luar biasa tinggi dapat memicu serangkaian efek yang pada akhirnya memengaruhi kesehatan manusia, mulai dari memburuknya peristiwa cuaca ekstrem dan berkurangnya pasokan makanan laut hingga meningkatnya tantangan kesehatan mental bagi masyarakat pesisir.

Dr. Laura Falkenberg, penulis utama makalah tersebut  mengatakan  meskipun para ilmuwan telah lama memahami kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh gelombang panas laut, dampaknya terhadap manusia jauh lebih sedikit mendapat perhatian.

"Gelombang panas laut tidak lagi hanya diakui sebagai masalah lingkungan; gelombang panas laut semakin dipandang sebagai masalah kesehatan manusia," kata Dr. Falkenberg.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: