IUCN IdSSG, Universitas Pakuan dan Belantara Foundation Perkuat Kolabprasi Dukung Pemerintah Perkuat Konservasi Spesies Indonesia

IUCN IdSSG, Universitas Pakuan dan Belantara Foundation Perkuat Kolabprasi Dukung Pemerintah Perkuat Konservasi Spesies Indonesia
Bacakan Artikel

Jalurdua.com Klikhijau.com - Indonesia Species Specialist Group (IdSSG) menggandeng Universitas Pakuan dan Belantara Foundation menyelenggarakan Konferensi dan Pertemuan Anggota IUCN IdSSG 2026 dengan mengusung tema “Conservation Connections: Assess, Plan, Act, Network & Communicate” pada 20–22 Agustus 2026 di Universitas Pakuan, Bogor.

Kegiatan ini juga didukung oleh Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Republik Indonesia. Direktur dari tiga kementerian yang terkait dengan konservasi spesies, termasuk Kemenhut, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Lingkungan Hidup hadir dan memberikan sambutan dalam acara ini.

Pertemuan yang dihadiri oleh sekitar 80 anggota IdSSG dari berbagai daerah di Indonesia dan undangan ini menjadi momentum penting karena merupakan pertemuan tatap muka pertama bagi anggota sejak IdSSG dibentuk pada 2023.

Rangkaian kegiatan ini mulai dari pembukaan dan sambutan, panel diskusi dengan keynote speakers, seminar tematik, sesi presentasi poster, rapat anggota, hingga Conservation Café, yaitu kegiatan diskusi kelompok terfokus untuk membahas isu terkini tentang konservasi biodiversitas Indonesia.

IdSSG seperti dipaparkan dalam sesi Pembukaan oleh Co-Chair IUCN IdSSG, Prof. Dr. Mirza D. Kusrini, M.Si. merupakan jaringan IUCN SSC yang hadir sebagai wadah untuk mempertemukan para ahli, peneliti, praktisi, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap konservasi spesies di Indonesia.

Dengan keberagaman keahlian dan kelompok taksa yang dimiliki anggotanya, IdSSG diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, menghasilkan informasi dan kajian ilmiah yang berkualitas, serta mendorong kolaborasi yang lebih erat dalam menjawab berbagai tantangan konservasi spesies. 

Konferensi dan Pertemuan Anggota IdSSG merupakan forum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.

Co-Chair IUCN IdSSG, Sunarto, Ph.D., dalam sambutannya mengatakan bahwa IdSSG memiliki peran strategis dalam upaya konservasi spesies di Indonesia melalui riset, penilaian status spesies, penguatan data ilmiah, dan kolaborasi lintas lembaga. 

Keberagaman keahlian anggotanya menjadi modal penting untuk menghadirkan perspektif yang lebih komprehensif dalam memahami dan menjawab persoalan konservasi spesies di Indonesia sehingga memiliki peluang untuk memperkuat kontribusi ilmiah dalam menghadapi tantangan konservasi spesies di Indonesia yang semakin kompleks.

“Konservasi spesies membutuhkan lebih dari sekadar data. Kita membutuhkan jejaring, pertukaran pengetahuan, kolaborasi lintas disiplin dan taksa, serta kemampuan menerjemahkan pengetahuan ilmiah menjadi aksi konservasi yang nyata dan efektif. Kekuatan konservasi spesies Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak penelitian dilakukan, tetapi juga oleh seberapa kuat pengetahuan tersebut dihubungkan, dikolaborasikan, dan diterjemahkan menjadi tindakan bersama untuk konservasi biodiversitas Indonesia. Melalui pertemuan ini, kami berharap IdSSG semakin efektif dalam memfasilitasi bagi para ahli dan praktisi untuk membangun kolaborasi, memperkuat basis pengetahuan, dan mendorong lahirnya berbagai inisiatif konservasi spesies yang relevan dengan kebutuhan Indonesia.” ujar Sunarto.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Konservasi Spesies dan Genetik pada Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Dr. Ahmad Munawir, S.Hut., M.Si., saat membuka kegiatan menegaskan bahwa konservasi spesies di Indonesia membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, peneliti, akademisi, organisasi konservasi, dan masyarakat. 

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan berbagai keahlian, memperkuat basis data dan pengetahuan ilmiah, serta memastikan hasil penelitian dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan aksi konservasi yang nyata. “Kami berharap jejaring lintas taksa yang dibangun melalui forum ini dapat menghasilkan gagasan, inovasi, dan kerja sama yang lebih konkret dalam menjawab tantangan konservasi spesies, sekaligus mendukung pencapaian target konservasi keanekaragaman hayati Indonesia dan komitmen global.” ujar Dr. Ahmad Munawir.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: