Jika Terus Kirim Senjata, Rusia : Ancam 'konsekuensi yang tidak dapat diprediksi'
Jalurdua.com - Jakarta | Rusia secara resmi memperingatkan Amerika Serikat - dan negara-negara sekutunya - agar tidak memasok senjata ke Ukraina. Peringatan itu muncul dalam catatan diplomatik res...
Andrei Sizov, seorang pemilik bengkel kayu berusia 47 tahun di dekat pabrik, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa ledakan itu terjadi dalam semalam.
"Sekitar pukul 01.30 pagi, penjaga keamanan saya menelepon saya karena ada serangan udara," katanya.
"Ada lima hantaman. Karyawan saya berada di kantor dan terlempar oleh ledakan itu."
Ia juga mengatakan bahwa ia yakin Rusia membalas dendam atas karamnya kapal perang Moskva, yang diklaim Ukraina telah mereka hantam dengan rudal Neptunus.
Pada hari Kamis (14/04) pemerintah Rusia menuduh Ukraina mengirim dua helikopter sejauh 10 km (6 mil) ke wilayah Bryansk Rusia, mengebom sebuah bangunan tempat tinggal di desa Klimovo dan melukai delapan orang.
Kyiv membantah serangan itu dan menuduh Rusia melakukan insiden itu untuk membangkitkan "histeria anti-Ukraina".
"Namun terkait itu Kantor Berita Internasiona sepertil BBC, Rueters, belum dapat memverifikasi klaim tersebut."
Dalam perkembangan lainnya:
- Makan Bergizi Gratis Maluku: Pacu Sertifikasi SLHS Demi Siswa
- KRI Bima Suci Berlayar ke Singapura, Misi Diplomasi
- Sinergi Diskominfo Sulsel–BMKG, Perkuat Info Cuaca
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- KRI Bima Suci Berlayar ke Singapura, Misi Diplomasi
- Jelang 70 Tahun Diplomasi: Indonesia-Jepang Kian Solid
- WNI di Malaysia Diimbau Ikut Repatriasi Migran Sebelum Berakhir
- Makan Bergizi Gratis Maluku: Pacu Sertifikasi SLHS Demi Siswa
- Sinergi Diskominfo Sulsel–BMKG, Perkuat Info Cuaca