Junta Myanmar tangkap paksa dan ancam kaum muda untuk gabung wajib militer – 'Rasanya seperti hidup di neraka'
Bacakan Artikel
Pemerintahan militer Myanmar merekrut kaum muda untuk bergabung wajib militer dan mengirimkan mereka ke zona perang. Alih-alih sukarela seperti yang tertulis pada undang-undang, junta justru memaksa, mengintimidasi, dan mengancam anak muda untuk bergabung ke batalion. Cara ini dianggap para pegiat HAM sebagai 'perbudakan modern dan perdagangan manusia' yang akhirnya memicu eksodus anak muda ke luar negeri. Kini, satu generasi di Myanmar telah hilang.
Baca Juga
- Jelang RUPST, Bos HM Sampoerna (HMSP) Resign
- Jadwal Bola Hari Ini: Persib dan Persija Main, Ada Chelsea dan Man City Juga!
- Iran Usul 14 Poin Syarat Setop Perang dengan AS, Apa Isinya?
- Kinerja Moncer! INDF Raup Rp33,89T di Q1-2026
- Arne Slot Kesal Liverpool Pulang dengan Tangan Kosong dari Old Trafford
- Junta Myanmar tangkap paksa dan ancam kaum muda untuk gabung wajib militer – 'Ra...
- Menteri Natalius Pigai ingin tim asesor aktivis HAM, mengapa kontroversial?
- 'Tubuh saya gemetar karena stres' – Tekanan psikologis akibat perang di Iran
- Jelang RUPST, Bos HM Sampoerna (HMSP) Resign
- Jadwal Bola Hari Ini: Persib dan Persija Main, Ada Chelsea dan Man City Juga!