'Tubuh saya gemetar karena stres' – Tekanan psikologis akibat perang di Iran
Bacakan Artikel
Meski sebagian aktivitas sehari-hari telah kembali secara bertahap di kota-kota di Iran, termasuk Teheran, unggahan sejumlah warganet Iran di media sosial masih menggambarkan pengalaman personal akibat perang: upaya melanjutkan kehidupan, kelelahan mental, tekanan ekonomi, kecemasan akibat perang, hingga pembatasan internet.
Baca Juga
- Redakan Ketegangan Trump-Paus Leo, Menlu AS Terbang ke Vatikan
- Persib Pasang Badan soal Tuduhan Rasisme ke Marc Klok
- Kapal Supertanker Iran Lolos Blokade AS Menuju Indonesia
- Duh, Inter Miami Belum Juga Menang di Stadion Barunya
- Sri Lanka Tangkap 37 WN China yang Operasikan Pusat Penipuan Online
- 'Tubuh saya gemetar karena stres' – Tekanan psikologis akibat perang di Iran
- Zona terlarang di Chernobyl dan Korea jadi surga bagi satwa liar
- 'Diawali dari bengkel kecil pada 1980-an' – Bagaimana Iran mengembangkan persenj...
- Redakan Ketegangan Trump-Paus Leo, Menlu AS Terbang ke Vatikan
- Persib Pasang Badan soal Tuduhan Rasisme ke Marc Klok