Kurdiansyah Anggoro Pantau Pesanan Pinisi Surya Paloh
Kurdiansyah Anggoro tinjau kapal pinisi pesanan Surya Paloh di Tana Beru usai rapat Pansus LKPJ Bulukumba.
Di galangan kapal tradisional Tana Beru, Anggoro berjalan menyusuri rangka kapal yang mulai terbentuk. Kayu-kayu besar tersusun, membentuk tulang utama pinisi yang kelak akan mengarungi lautan.
“Saya lihat langsung proses awal pembuatan kapal ini, mulai dari rangka kapal,” tuturnya sambil menunjuk bagian konstruksi.
Ia mengaku mengikuti proses tersebut sejak awal, memastikan bahwa pesanan kapal pinisi milik Surya Paloh berjalan sesuai harapan.
Kehadirannya bukan sekadar simbolis. Ia tampak berdialog dengan para pekerja, mengamati detail pekerjaan, hingga memastikan kualitas pengerjaan tetap terjaga.
Di tengah percakapan santai itu, terlihat hubungan yang cair antara politisi dan pengrajin, dua dunia yang saling terhubung oleh kepentingan yang lebih besar: menjaga warisan maritim.
Tana Beru, Jantung Industri Pinisi Bulukumba
Tana Beru bukan sekadar lokasi, melainkan pusat peradaban kapal pinisi yang telah dikenal hingga mancanegara. Di sinilah tradisi turun-temurun para pembuat kapal tetap hidup, meski zaman terus berubah.
- Kurdiansyah Anggoro Pantau Pesanan Pinisi Surya Paloh
- Pengrajin Pinisi Bulukumba Tembus Pasar Dunia
- BPS Canangkan Desa Cantik Rilau Ale, Ubah Desa Jadi Subjek Data
- Apdesi Merah Putih Deklarasi Desa Bersinar di Bulukumba
- Pemkab Bulukumba Perkuat Tata Kelola Data Berbasis Spasial