Menelusuri Penumpukan Sampah Liar Pasca Penutupan Open Dumping TPA Tamangapa

Menelusuri Penumpukan Sampah Liar Pasca Penutupan Open Dumping TPA Tamangapa
Bacakan Artikel

Jangka panjangnya, pemetaan digital berbasis GIS dapat membantu memvisualisasikan sebaran lokasi problematis sehingga penanganan lebih terarah. Uji laboratorium sederhana terhadap air di sekitar lokasi yang diduga tercemar juga perlu dipertimbangkan jika ada indikasi pencemaran sumur warga. Tautan peta yang sudah tersedia untuk ketiga lokasi ini dapat menjadi titik awal yang baik untuk penyusunan peta sebaran yang lebih lengkap.

Yang tidak kalah penting adalah pemahaman bahwa sampah liar bukan hanya persoalan teknis, namun juga persoalan perilaku dan kesadaran kolektif. Ketika warga melihat sampah menumpuk tanpa penanganan, sebagian merasa boleh ikut membuang di tempat yang sama.

Saat armada pengangkut memilih jalur pintas karena antrean atau biaya di TPA resmi, pola itu semakin mengakar. Perubahan perilaku membutuhkan waktu, edukasi, dan keteladanan dari pihak berwenang.

Tanpa itu, titik-titik seperti yang diobservasi di tiga lokasi tersebut hanya akan menjadi gejala berulang dari sistem yang belum sepenuhnya siap menghadapi transisi. Dengan menyertakan tautan peta di setiap deskripsi lokasi, artikel ini juga berusaha memberikan kemudahan bagi pembaca untuk melihat sendiri kondisi lapangan dan, jika diperlukan, ikut mendorong tindak lanjut.

Observasi lapangan ini hanya menangkap sebagian kecil dari gambaran yang lebih luas. Masih banyak kemungkinan titik lain yang belum terpetakan. Namun ketiga lokasi tersebut sudah cukup untuk menunjukkan bahwa dampak penutupan open dumping di TPA Tamangapa nyata dan memerlukan respons yang lebih cepat serta terkoordinasi. 

Bau menyengat, tumpukan yang terus bertambah, dan praktik pembakaran di tempat terbuka adalah peringatan dini. Jika dibiarkan, persoalan ini dapat berkembang menjadi masalah lingkungan yang lebih kompleks, menyentuh aspek kesehatan masyarakat, kualitas ruang publik, dan kepercayaan warga terhadap pengelolaan kota. 

*Observasi ini dilakukan oleh St. Nashwa Wahdania Azis, Mahasiswa Magang Klikhijau.com dari Prodi Sosiologi Universitas Neegeri Makassar.

Pilih Halaman: