Mengelola Sampah, Menanam Sayur, Kisah dari Sekolah Dasar di Makassar Menumbuhkan Pendidikan Lingkungan Sejak Dini

Mengelola Sampah, Menanam Sayur, Kisah dari Sekolah Dasar di Makassar Menumbuhkan Pendidikan Lingkungan Sejak Dini
Bacakan Artikel

Pemilahan sampah telah berlangsung lama, dari tahun ketahun  seiring dengan membiasakan siswa di sana, kehadiran kebijakan pemilahan sampah di Kota Makassar tak mengagetkan mereka karena telah terbiasa, hal tersebut menjadi titik baru lebih mengoptimalkan lagi terhadap pengelolan sampah yang ada.

“Dari dulu dilakukan pemilahan sampah hanya saja harus dipertahankan dan dipermantap lagi. Kalau bukan kita yang sadar kapan sekolah ini bisa berkembang,” pungkas Hardiman, yang juga Guru di SD Labuang Baji II.

 Urban Farming di Halaman Sekolah

Hal serupa juga dilakukan salah satu sekolah dasar di Parinring, Kota Makassar, yang telah memiliki bank sampah, mengembangkan kerajinan tangan, hingga praktik Urban Farming dengan menanam berbagai jenis sayuran dengan memanfaatkan lahan di sekolah. Menariknya, hasil panen tersebut dijual kepada orang tua siswa. Uang dari hasil penjualan kemudian dikelola kembali untuk membeli bibit baru, sehingga kegiatan bercocok tanam dapat terus berlangsung dan menjadi sebuah siklus yang berkelanjutan.

Sekolah Dasaar (SD) Parinring yang berada di Jalan Tamangapa Raya V juga termasuk dalam sekolah Adiwiyata, juga memajang beberapa kerajinan yang diolah dari limbah hingga sayuran.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: