Riset Terbaru: Tradisi Pembuatan Pinisi Hadapi Tekanan Global

Bukan sekadar warisan budaya, pembuatan perahu Pinisi kini terjepit krisis kayu dan modernisasi. Ini langkah penyelamatan dari para ahli.

Riset Terbaru: Tradisi Pembuatan Pinisi Hadapi Tekanan Global
Salah satu pemateri memaparkan hasil penelitian mengenai kapasitas adaptif industri Pinisi.(Foto: Dok, Humas)
Bacakan Artikel

Meskipun para perajin masih memiliki kemampuan berinovasi dan merespons pasar dengan relatif baik, proses adaptasi yang berlangsung selama ini cenderung bersifat reaktif. Belum ada pembelajaran kolektif yang terstruktur maupun penguatan kelembagaan yang kokoh untuk melindungi mereka dari gempuran era modern.

2. Empat Tantangan Utama Pelestarian Pinisi


Pada sesi berikutnya, Dr. Ishak Salim, S.IP., M.A. memaparkan tantangan pelestarian Pinisi dari perspektif jaringan aktor kebijakan. Berdasarkan data lapangan, ia mengidentifikasi empat akar masalah utama yang harus segera diintervensi oleh pemerintah daerah:

Komodifikasi Budaya: Risiko bergesernya nilai-nilai luhur pembuatan Pinisi demi mengejar keuntungan komersial semata.

Ketimpangan Relasi Kuasa: Posisi tawar para pembuat perahu lokal yang kerap melemah di hadapan pemodal besar atau aktor industri maritim.

Fragmentasi Jaringan: Belum padunya koordinasi antarlembaga dan pemangku kepentingan dalam menyusun strategi pelestarian.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: