Paskah 2026: Seruan Menag untuk Kedamaian dan Persaudaraan Nasional
Menag Nasaruddin Umar sampaikan ucapan Paskah 2026 dan ajak umat Kristiani doakan Indonesia damai, harmonis, dan penuh harapan.
JALURDUA JAKARTA - Di tengah dinamika sosial yang terus bergerak, pesan sederhana tentang damai justru terasa paling relevan. Menteri Agama Nasaruddin Umar memilih momentum Paskah 2026 untuk menyuarakan hal tersebut—mengajak umat Kristiani tidak hanya merayakan kebangkitan, tetapi juga menanamkan harapan bagi Indonesia yang lebih teduh.
Momentum Spiritual yang Menyentuh Kehidupan Sosial
Perayaan Hari Raya Paskah 2026 bukan sekadar seremoni keagamaan. Bagi Menteri Agama, ini adalah titik refleksi yang menyentuh dimensi kemanusiaan yang lebih luas. Dalam pernyataannya di Jakarta pada Sabtu (4/4/2026), ia menekankan bahwa nilai Paskah memiliki daya hidup yang nyata dalam kehidupan berbangsa.
“Saya, Nasaruddin Umar, Menteri Agama Republik Indonesia, mengucapkan Selamat Hari Raya Paskah Tahun 2026,” ujarnya.dikutip, Sabtu, 4 April 2026.
Ucapan tersebut bukan hanya formalitas kenegaraan, melainkan pesan yang membawa makna mendalam tentang kebangkitan—tidak hanya dalam iman, tetapi juga dalam semangat kebersamaan.
Dalam konteks sosial Indonesia yang plural, Paskah menjadi ruang refleksi kolektif. Di sinilah nilai pengorbanan, kasih, dan pengharapan bertemu dengan realitas kehidupan masyarakat yang beragam.
- Jelang 70 Tahun Diplomasi: Indonesia-Jepang Kian Solid
- WNI di Malaysia Diimbau Ikut Repatriasi Migran Sebelum Berakhir
- Mendes Yandri ke Bupati Gowa: Desa Wisata Jangan Jadi Penonton
- Desa Tematik Didorong, Bulukumba Siap Jadi Percontohan
- Mariorennu United Siap All Out Lawan Mentari FC