News and Education Versi penuh
Daerah

Pelatihan CSSD RSUD Bulukumba Tingkatkan Mutu Layanan

Pelatihan CSSD RSUD Bulukumba tingkatkan kompetensi SDM dan mutu layanan kesehatan demi keselamatan pasien dan standar akreditasi.

Oleh Uno 08 Apr 2026 15:30 4 menit baca

BULUKUMBA - Suasana Ruang Pertemuan Lantai II RSUD HASDR Bulukumba tampak serius sejak pagi, Rabu (8/4/2026). Puluhan tenaga kesehatan mengikuti In House Training Central Sterile Supply Department (CSSD) yang digelar manajemen rumah sakit sebagai langkah strategis meningkatkan kompetensi SDM. Kegiatan ini melibatkan jajaran pimpinan, tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), serta pemateri dari sektor industri kesehatan, dengan fokus utama pada penguatan standar sterilisasi demi keselamatan pasien.

Pelatihan CSSD RSUD Bulukumba bukan sekadar agenda rutin. Di balik kegiatan ini, tersimpan komitmen besar untuk memperkuat kualitas layanan kesehatan yang aman dan profesional.

Plt. Wakil Direktur Pelayanan Non Medik, Pengembangan SDM, Penelitian dan Pengembangan, Muhammad Irfan, S.Sos, secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa peran CSSD sangat krusial dalam sistem pelayanan rumah sakit.

“Setiap staf CSSD harus terus mengembangkan kompetensi, menjaga kedisiplinan, dan mematuhi SOP. Ini bukan hanya soal prosedur, tetapi menyangkut keselamatan pasien,” ujarnya.

Pernyataan itu menggambarkan urgensi pelatihan CSSD RSUD Bulukumba sebagai fondasi layanan medis yang berkualitas. Tanpa proses sterilisasi yang tepat, risiko infeksi dapat meningkat secara signifikan.

Pelatihan CSSD RSUD Bulukumba dirancang komprehensif, dimulai dari pre-test untuk mengukur kemampuan awal peserta. Langkah ini menjadi indikator penting untuk melihat efektivitas pelatihan.

Materi yang diberikan mencakup berbagai aspek teknis dan manajerial. Mulai dari building break commitment, kebijakan dan manajemen CSSD, hingga proses dekontaminasi dan disinfeksi.

Tidak berhenti di situ, peserta juga mendapatkan pembekalan terkait pengemasan alat, proses sterilisasi, penyimpanan, hingga distribusi alat medis. Bahkan, topik sensitif seperti single use reuse turut dibahas secara mendalam.

Kehadiran perwakilan PT. Global Dispmedika sebagai pemateri menambah perspektif praktis berbasis industri. Peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga pemahaman aplikatif yang relevan dengan kondisi lapangan.

Transisi dari teori ke praktik menjadi kekuatan utama pelatihan ini. Peserta terlihat aktif berdiskusi, menunjukkan antusiasme terhadap peningkatan kompetensi mereka.

Ketua PPI, drg. Evri Kusuma Ningtyas, Sp.KG, menekankan bahwa pelatihan CSSD RSUD Bulukumba memiliki dampak langsung terhadap keselamatan pasien.

“Kegiatan ini bukan hanya untuk memenuhi standar akreditasi, tetapi juga untuk meningkatkan keterampilan staf dalam pengelolaan CSSD yang sangat vital,” ungkapnya.

Dalam praktiknya, CSSD merupakan jantung dari sistem sterilisasi rumah sakit. Setiap alat medis yang digunakan harus melalui proses ketat sebelum kembali digunakan.

Kesalahan kecil dalam proses ini dapat berujung pada infeksi nosokomial, yang berisiko memperburuk kondisi pasien. Karena itu, sinergi antara CSSD dan PPI menjadi kunci dalam menjaga standar pelayanan kesehatan.

Pelatihan ini juga memperkuat kesadaran bahwa keselamatan pasien bukan hanya tanggung jawab tenaga medis di ruang perawatan, tetapi juga tim di balik layar seperti CSSD.

Kepala Bidang Pengembangan SDM, Penelitian dan Pengembangan, dr. Andi Marlah Susyanti Akbar, M.Tr.Adm.Kes, menegaskan bahwa pelatihan CSSD RSUD Bulukumba merupakan bagian dari strategi jangka panjang.

“Ini adalah bentuk komitmen kami dalam meningkatkan kualitas SDM secara berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, rumah sakit yang unggul tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia. Pelatihan seperti ini menjadi investasi penting dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

Dengan adanya pre-test dan post-test, manajemen dapat mengukur peningkatan pemahaman peserta secara objektif. Hasil evaluasi ini nantinya menjadi dasar untuk pengembangan pelatihan berikutnya.

Pelatihan CSSD RSUD Bulukumba diakhiri dengan post-test sebagai tahap evaluasi akhir. Hasilnya diharapkan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta.

Lebih dari itu, dampak nyata pelatihan ini akan terlihat dalam praktik sehari-hari. Proses sterilisasi yang lebih baik akan meningkatkan keamanan pasien, mengurangi risiko infeksi, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit.

Di tengah tuntutan layanan kesehatan yang semakin tinggi, langkah ini menjadi sinyal positif bahwa RSUD HASDR Bulukumba terus berbenah.

Ke depan, pelatihan serupa diharapkan dapat dilakukan secara berkala dengan materi yang lebih berkembang mengikuti standar global. Dengan demikian, kualitas layanan kesehatan di Bulukumba dapat terus meningkat dan bersaing di tingkat nasional.

Pelatihan CSSD RSUD Bulukumba bukan sekadar agenda internal, melainkan langkah strategis dalam membangun sistem pelayanan kesehatan yang aman dan profesional. Dengan peningkatan kompetensi SDM, rumah sakit tidak hanya memenuhi standar akreditasi, tetapi juga menghadirkan layanan yang lebih berkualitas bagi masyarakat. Jika konsistensi ini terus dijaga, RSUD HASDR Bulukumba berpotensi menjadi rujukan layanan kesehatan unggulan di daerah.

Topik terkait
Pelatihan CSSD RSUD Bulukumba RSUD HASDR Bulukumba CSSD rumah sakit