News and Education Versi penuh
Daerah

Pemprov Sulsel Klarifikasi Pengadaan Lexus LM Gubernur

Pemprov Sulsel beri klarifikasi terkait pengadaan Lexus LM Gubernur. Kebijakan ini adalah bagian efisiensi aset daerah dan pengurangan beban biaya perawatan.

Oleh Uno 12 Apr 2026 15:23 3 menit baca

MAKASSAR - Riuh rendah perbincangan publik mengenai pengadaan kendaraan operasional baru Gubernur Sulawesi Selatan akhirnya mendapat titik terang. Di tengah  pertanyaan kritis media, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa kehadiran unit Lexus LM tersebut bukanlah bentuk pemborosan, melainkan bagian dari skema besar penataan aset yang lebih efisien dan transparan.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan yang kuat. Kendaraan mewah yang diadakan pada tahun 2025 tersebut kini telah resmi tercatat sebagai Barang Milik Daerah (BMD). Fungsinya pun jelas: sebagai penunjang utama layanan protokoler dan mobilitas kedinasan yang menuntut efektivitas tinggi di lapangan.

Efisiensi di Balik Pelepasan Ratusan Kendaraan Tua


Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Kominfo SP) Sulawesi Selatan, Muhammad Salim Basmin, membeberkan di balik kebijakan strategis ini. Menurutnya, publik perlu melihat gambaran besar dari pengelolaan anggaran daerah yang selama ini terbebani oleh biaya perawatan yang tidak rasional.

"Pengadaan kendaraan operasional tersebut merupakan bagian dari langkah efisiensi pengelolaan aset daerah. Selama ini, Pemprov Sulsel menanggung beban pemeliharaan ratusan kendaraan dinas yang sudah berusia tua dan tidak lagi ekonomis untuk digunakan," ungkap Salim Basmin saat memberikan keterangan resmi.

Selama bertahun-tahun, anggaran daerah tersedot untuk menghidupkan kembali mesin-mesin tua yang kerap mogok di tengah tugas. Sebagai solusinya, Pemprov Sulsel telah melakukan langkah dengan menjual ratusan kendaraan dinas tersebut melalui mekanisme lelang resmi yang terbuka untuk umum.

Mobilitas Tinggi dan Standar Protokoler Modern


Memilih Lexus LM sebagai kendaraan operasional bukan sekadar soal gaya hidup, melainkan kebutuhan akan durabilitas dan kesiapan teknis. Dalam dunia birokrasi yang serba cepat, kendaraan yang andal adalah kunci agar roda pemerintahan tidak terhambat oleh kendala teknis di perjalanan.

Salim Basmin menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan telah melalui pertimbangan strategis. Aspek efektivitas menjadi parameter utama dalam menentukan unit mana yang mampu mendukung mobilitas Gubernur Sulawesi Selatan dalam menjalankan tugas-tugas pemerintahan yang semakin kompleks.

"Kendaraan ini dipilih dengan mempertimbangkan aspek efektivitas, sehingga dapat menunjang pelaksanaan tugas secara lebih optimal," tambahnya. Transisi dari memelihara banyak aset rusak menjadi memiliki sedikit aset berkualitas dianggap sebagai penghematan jangka panjang bagi kas daerah.

Melawan Arus Misinformasi dengan Data


Isu pengadaan mobil dinas memang selalu menjadi bahan yang sensitif di mata masyarakat. Menyadari hal tersebut, Pemprov Sulsel mengajak warga untuk melihat fakta secara utuh dan tidak terjebak pada narasi yang terfragmentasi di media sosial.

Proses pengadaan ini diklaim telah melalui pengawasan ketat dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak ada prosedur yang dilompati, dan tidak ada angka yang disembunyikan dalam catatan keuangan daerah yang transparan.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak utuh," pungkas Salim Basmin seraya menutup keterangannya dengan harapan agar masyarakat tetap bijak dalam mengonsumsi berita.

Langkah Pemprov Sulsel dalam meremajakan aset melalui sistem lelang dan pengadaan baru merupakan eksperimen manajerial yang menarik. Jika biaya perawatan aset daerah terbukti turun signifikan dalam laporan keuangan tahun mendatang, maka strategi "efisiensi lewat pembaruan" ini bisa menjadi standar baru bagi pemerintah daerah lain di Indonesia dalam mengelola Barang Milik Daerah (BMD).

Topik terkait
Lexus LM Gubernur Sulsel Efisiensi Aset Daerah Pemprov Sulsel