Pertahanan Terakhir Ukraina di Mariupol, Putin: Blokade total: 'Jangan sampai lalat bisa lolos'
Ket: Militer Rusia bersiaga di Mariupol timur, siap untuk menyerbu kawasan industri Azovstal. Pada Kamis (21/04) Putin meminta serangan ditunda dulu. (Foto : Getty Images / AFP) Jalurdua.com - Jak...
JALURDUA Ket: Militer Rusia bersiaga di Mariupol timur, siap untuk menyerbu kawasan industri Azovstal. Pada Kamis (21/04) Putin meminta serangan ditunda dulu. (Foto : Getty Images / AFP)
Jakarta | Presiden Rusia, Vladimir Putin, memerintahkan militer Rusia memblokade kawasan industri Azovstal di Mariupol, Ukraina selatan, lokasi yang dianggap sebagai benteng terakhir untuk mempertahankan kota tersebut dari gempuran tentara Rusia.
Dalam wawancara di televisi, Putin mengucapkan selamat kepada Menteri Pertahanan, Sergei Shoigu, atas "keberhasilan mengambil alih" kota pelabuhan penting ini.
Putin meminta agar serangan ditunda dulu dan untuk sekarang diblokade "sehingga lalat pun tidak bisa lolos" dari kawasan ini.
"Menurut saya, menggempur kawasan industri [Azovstal] bukan tindakan bijak. Saya memerintahkan agar serangan dibatalkan," kata Putin.
"Ini adalah kasus yang menuntut kita untuk berpikir ulang … ada keperluan untuk memikirkan nyawa dan kesehatan pasukan kita."
"Tak perlu kita melewati kuburan-kuburan bawah tanah dan merangkak di bawah tanah di fasilitas industri ini. Blokade saja, sehingga tak ada satu lalat pun yang bisa lolos," kata Putin.
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui
- HUT ke-68 Lombok Barat, Mendes Yandri Soroti Etos Kerja Desa
- Menaker Yassierli Dorong Hubungan Industrial Naik Kelas
- Apresiasi Kementan: Percepatan Klaim Asuransi Tani di Lamongan
- Jelang 70 Tahun Diplomasi: Indonesia-Jepang Kian Solid
- WNI di Malaysia Diimbau Ikut Repatriasi Migran Sebelum Berakhir
- Krisis Iklim Mengintai, Indonesia Perkuat Aliansi Kehutanan Global
- WNA Inggris Intimidasi Warga Renon Diciduk, Ternyata Overstay
- Nasib 24 Burung Langka: Penyelundup ke Filipina Terancam Bui