Bulog Bulukumba Diduga Main Mata, PERPADI Minta Audit BPK
PERPADI desak BPK lakukan audit investigatif Bulog Bulukumba terkait dugaan kongkalikong jatah maklon sepihak dan buruknya tata kelola resapan gabah.
Bahkan secara kelembagaan di daerah, pengurus DPC PERPADI Bulukumba bukan organisasi tanpa legitimasi. Mereka resmi dilantik dan dikukuhkan langsung oleh Bupati Bulukumba. Namun, benteng regulasi dan pengakuan politis tersebut seolah luruh ketika berhadapan dengan kebijakan lokal Bulog Subdivre Bulukumba.
Sinergi yang diharapkan berputar mulus di daerah justru mandek total. Otoritas Bulog di tingkat tapak dituding berjalan sendiri tanpa memedulikan kehadiran asosiasi pengusaha penggilingan padi lokal sebagai mitra strategis yang sah. Ego sektoral ini dinilai mengancam rantai pasok pangan yang sehat.
Mendesak Evaluasi Infrastruktur Gudang dan Resapan Gabah
Persoalan jatah maklon ini laksana puncak gunung es dari tata kelola pangan yang rapuh di Bulukumba. PERPADI menilai, jika pola pengambilan keputusan personal ini terus dibiarkan, dampaknya akan menjalar hingga ke sektor hulu, tempat para petani menggantungkan hidup.
Oleh karena itu, desakan audit investigatif yang diajukan ke BPK RI tidak hanya menyasar pada pembagian kuota jasa giling. PERPADI juga menuntut pemeriksaan menyeluruh atas kesiapan infrastruktur pergudangan pengadaan milik Bulog serta efektivitas penyerapan (resapan) gabah dari petani lokal.
- Warga Panik Buaya Besar Masuk Rumah dan Tidur Santai di Dapur
- Sudah Jadi Jawara Liga, Arsenal Makin Pede Tantang PSG
- Salah soal Klub Barunya: Lihat Saja Nanti
- AS Kembali Serang Iran, Lokasi Peluncur Rudal-Kapal Jadi Sasaran
- Sarri ke Atalanta, Gattuso ke Lazio?