Literasi Digital Bulukumba: Perpustakaan Desa Kini Berbasis TIK
Dinas Perpustakaan Bulukumba gelar Bimtek SPP TIK untuk transformasi perpustakaan desa menjadi pusat literasi digital yang inklusif dan berbasis teknologi.
Selama ini, stigma masyarakat terhadap perpustakaan sering kali hanya terbatas pada ruangan sunyi berisi tumpukan kertas. Namun, Kepala Bidang Perpustakaan, Syahriana Said, mencoba mendobrak pola pikir tersebut. Baginya, peran pengelola perpustakaan saat ini telah mengalami pergeseran paradigma yang fundamental.
“Perpustakaan bukan lagi sekadar gudang buku. Titik,” ujar Syahriana mantap. Ia menjelaskan bahwa kelurahan dan desa kini diposisikan sebagai ujung tombak penguatan budaya baca. Melalui Bimtek SPP TIK ini, para pengelola dibekali keterampilan teknis agar mampu mengelola data, memperluas jangkauan akses, dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat kegiatan masyarakat yang dinamis.
Narasumber ahli, Nasaruddin, turut memaparkan taktik jitu pengelolaan berbasis TIK yang tidak hanya mengandalkan perangkat keras, tetapi juga kreativitas dalam mengelola konten digital. Kehadiran pustakawan ahli seperti Rismayani dan Armawati semakin mempertegas bahwa Bulukumba tengah serius menyiapkan infrastruktur sumber daya manusia yang mumpuni untuk menghadapi gelombang disrupsi literasi.
- Odegaard Bingung Dirumorkan Mau Cabut dari Arsenal
- Bocah 11 Tahun Guncang Dunia Catur
- FOTO: Penampakan Jet Tua Iran Bobol dan Bombardir Pangkalan AS di Kuwait
- HMSP Kantongi Laba Rp2T, Naik 7,3% di Kuartal I-2026
- PSG Vs Bayern: Pertahanan Les Parisiens dan Die Roten Sama-Sama Buruk