News and Education Versi penuh
Nasional

Rahasia Kandang Tanpa Bau: IPB Kembangkan Pakan Probiotik

Inovasi pakan probiotik & antikoksi IPB University mampu percepat panen ayam kampung 40 hari dan naikkan bobot telur 30%. Solusi hilirisasi riset dari Mentan Amran.

Oleh Uno 12 Apr 2026 16:05 3 menit baca

BOGOR - Aroma menyengat dari limbah kotoran yang biasanya menusuk hidung di sekitar kandang ayam, kini mulai hilang berganti optimisme baru. Di tangan Ivan Taufik Nugraha, peneliti muda dari IPB University, efisiensi peternakan bukan lagi sekadar teori di atas kertas. Melalui pengembangan pakan berbasis probiotik dan antikoksi, ia berhasil memacu pertumbuhan ayam kampung hingga mencapai bobot satu kilogram hanya dalam waktu 40 hari. sebuah terobosan yang menjawab kegelisahan para peternak selama puluhan tahun.

Langkah Ivan ini menjadi bagian dari gelombang besar hilirisasi riset yang didorong kencang oleh Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Strateginya jelas: riset tidak boleh membusuk di rak laboratorium, ia harus turun ke kandang dan mengisi piring masyarakat.

Teknologi Vili Usus: Rahasia Bobot Telur Naik 30 Persen


Bagi Ivan, kunci utama produktivitas unggas terletak pada apa yang terjadi di dalam perutnya. Selama ini, banyak peternak mengeluh biaya pakan yang selangit namun hasil panen tidak maksimal. 

"Pakannya tidak perlu terlalu banyak, tapi kesehatan pencernaannya kita kunci. Hasilnya, bobot badan naik cepat dan massa telur ayam bertambah signifikan, biasanya antara 20 sampai 30 persen," jelas Ivan dalam keterangannya. dikutip, pada Kamis (9/4/2026).

Ivan menggunakan pendekatan mikroskopis. Probiotik yang disuntikkan ke dalam pakan bekerja hingga ke tingkat vili-vili usus, memastikan setiap butir nutrisi terserap sempurna ke dalam aliran darah, bukan berakhir menjadi limbah. Indikator keberhasilannya sangat manusiawi dan mudah dirasakan: kandang tidak lagi bau. Bau menyengat adalah tanda protein yang terbuang sia-sia, namun dengan inovasi ini, aroma amonia berkurang drastis karena protein terserap maksimal.

Menjinakkan Koksidiosis, Musuh Bebuyutan Peternak


Selain soal bobot, tantangan terbesar di lapangan adalah penyakit koksidiosis. Penyakit ini merupakan mimpi buruk yang mampu memicu diare parah dan kematian massal dalam sekejap. Satu ayam terpapar, satu kandang bisa ludes. Di sinilah formulasi antikoksi berperan sebagai "perisai" bagi sistem imun unggas.

"Fokus kita saat ini adalah pencegahan. Dengan adanya antikoksi dalam pakan, kesehatan ayam meningkat sejak dini. Kita ingin peternak tidur lebih nyenyak tanpa khawatir besok pagi menemukan ayam mereka mati massal," tambah Ivan penuh keyakinan.

Transformasi ini sangat krusial bagi ayam kampung yang selama ini dianaktirikan karena pertumbuhannya yang lambat dibandingkan ayam ras. Dengan sentuhan nutrisi presisi, standar baru sedang diciptakan.

Semangat para peneliti di Science Techno Park IPB, Bogor, semakin terbakar saat Mentan Andi Amran Sulaiman memberikan komitmen penuh. Baginya, kecepatan adalah kunci kedaulatan pangan. Jika ayam kampung bisa dipanen satu kilogram dalam 30 hingga 40 hari, maka struktur ekonomi peternak kecil akan berubah total.

"Kalau ayam kampung bisa dipercepat, itu luar biasa. Ini yang harus kita kejar bersama," ujar Mentan Amran dengan nada tegas dan penuh energi.

Tak hanya memberi semangat, Mentan bahkan menjanjikan jalur hijau bagi komersialisasi produk ini. Ia menyatakan kesiapan pemerintah untuk menyerap hasil riset dalam skala besar jika performa di lapangan konsisten.

"Kalau bisa capai target, saya siap bawa ini ke Presiden. Kita beli! Jangan ragu, ini peluang besar bagi kesejahteraan masyarakat," tegasnya.

Masa Depan Peternakan Rakyat: Lebih Bersih dan Menguntungkan


Kehadiran pakan probiotik dan antikoksi ini memberikan pandangan baru bagi industri peternakan nasional. Efisiensi pakan yang selama ini menjadi momok biaya produksi kini menemukan solusi teknis yang ramah lingkungan. Dampaknya tidak hanya terasa pada dompet peternak, tapi juga pada kualitas gizi masyarakat melalui telur dan daging ayam yang lebih sehat.

Hilirisasi ini bukan sekadar soal angka pertumbuhan ekonomi, melainkan tentang kedaulatan riset anak bangsa. Ketika inovasi laboratorium bertemu dengan dukungan politik yang kuat, kesejahteraan peternak bukan lagi mimpi, melainkan kepastian yang sedang dijemput di depan mata.*

Topik terkait
Mentan Andi Amran Sulaiman Inovasi Peternakan Ayam Kampung 40 Hari