Respons Henti Jantung, RSUD Bulukumba Gembleng CS hingga Satpam

RSUD Bulukumba latih satpam & cleaning service kuasai respons henti jantung. Langkah taktis pangkas risiko fatalitas pasien lewat rantai penyelamatan.

Respons Henti Jantung, RSUD Bulukumba Gembleng CS hingga Satpam
Foto: Pelatihan ini dipantau langsung oleh jajaran manajemen kunci, termasuk Kepala Bidang Keperawatan, St. Daharia, SKM., M.Kes, serta Kepala Bidang Pengembangan SDM/JalurDua/
Bacakan Artikel

Jalurdua.com BULUKUMBA - Detik-detik kritis akibat henti jantung dan henti napas kini tidak lagi hanya bertumpu pada kesiapan dokter atau perawat di lini depan medis. Sebuah terobosan sistemik diambil oleh RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba dengan menggembleng barisan petugas nonmedis, mulai dari petugas keamanan (satpam) hingga petugas kebersihan (cleaning service), untuk menguasai kompetensi taktis respons henti jantung secara cepat dan tepat demi menyelamatkan nyawa pasien.

Langkah tak biasa ini terekam jelas dalam agenda Sosialisasi Pelatihan Kesiapsiagaan Darurat Rumah Sakit untuk Merespons Henti Jantung dan Henti Napas yang digelar di Aula Pertemuan IGD Lantai III, Rabu, 10 Juni 2026. Di ruangan yang dipenuhi atmosfer keseriusan tersebut, sebanyak 149 peserta berkumpul tanpa sekat profesi. Di antara seragam putih para perawat, tampak barisan seragam cokelat tegap khas satpam serta baju kerja lapangan tim cleaning service yang menyimak setiap arahan teknis dari pemateri dengan saksama.

Selama ini, publik sering kali melihat penanganan pasien yang mendadak kolaps di lingkungan rumah sakit sebagai wilayah eksklusif tenaga medis. Namun, realitas di lapangan menunjukkan hal yang berbeda. Orang yang pertama kali berada di dekat pasien ketika situasi darurat terjadi di koridor, ruang tunggu, atau area parkir justru sering kali adalah petugas kebersihan yang sedang menyapu lantai atau satpam yang tengah berjaga di pintu gerbang utama.

Memutuskannya Keterlambatan Lewat Rantai Penyelamatan Inklusif

Sadar akan pentingnya memangkas setiap detik keterlambatan respons dari hulu ke hilir, Wakil Direktur Pelayanan Medik, Penunjang Medik dan Keperawatan RSUD Bulukumba, dr. Rismayanti Waris, M.Kes., Sp.GK, menegaskan bahwa kesiapsiagaan darurat merupakan instrumen yang mutlak dikuasai oleh seluruh unsur sumber daya manusia tanpa terkecuali. Kemampuan merespons kondisi kegawatdaruratan seperti henti jantung dan henti napas secara cepat dan tepat merupakan faktor utama dalam upaya penyelamatan pasien yang tidak bisa ditawar lagi.

“Setiap petugas di lingkungan rumah sakit memiliki peran penting dalam rantai penyelamatan pasien. Oleh karena itu, pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi situasi henti jantung maupun henti napas perlu dimiliki dan terus ditingkatkan melalui pelatihan seperti ini,” ujar dr. Rismayanti Waris secara lugas saat membuka kegiatan tersebut.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: