SUSTAIN Desak Menteri Keuangan Baru Segera Terapkan Bea Keluar Ekspor Batu Bara

SUSTAIN Desak Menteri Keuangan Baru Segera Terapkan Bea Keluar Ekspor Batu Bara
Bacakan Artikel
Data PLN menunjukkan 60 persen kapasitas energi surya terpasang saat ini berasal dari PLTS Atap. Namun, pengembangan lebih lanjut masih terhambat regulasi. Pemerintah dan PLN perlu menerapkan insentif, mempermudah integrasi ke jaringan, serta menghapus pembatasan kuota pemasangan panel surya.

“Pemasangan PLTS Atap bagi kelompok masyarakat kelas menengah ke bawah menjadi bagian penting untuk menghadirkan kemandirian dan keadilan energi,” tegas Tata.

Dampak transisi energi melalui program 100 GWp diproyeksikan cukup besar. Emisi karbon berpotensi turun hingga 140 juta ton CO₂ per tahun, dengan nilai ekonomi karbon sekitar Rp6,31 triliun. Penghematan subsidi energi diperkirakan mencapai Rp73,9 triliun per tahun, sementara penyerapan tenaga kerja bisa mencapai 5,5 juta orang secara kumulatif.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Kapasitas terpasang PLTS nasional baru sekitar 1,5 GW, sementara target 100 GWp menuntut penambahan puluhan GW setiap tahun. Kebutuhan lahan, kesiapan industri panel dalam negeri, penguatan grid, dan kepastian harga listrik menjadi isu krusial. Daerah penghasil batu bara juga menghadapi risiko penurunan penerimaan jika volume ekspor tertekan.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: