WFH BGN Tak Berlaku Penuh, Layanan Tetap Jalan
WFH BGN tidak berlaku penuh. Kebijakan hybrid diterapkan demi efisiensi BBM tanpa mengganggu pelayanan publik.
Jalurdua.com JAKARTA - Kebijakan WFH BGN langsung menuai perhatian publik setelah diberlakukan Jumat (10/4/2026) di Jakarta. Di tengah upaya pemerintah menghemat bahan bakar minyak (BBM), Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menegaskan bahwa tidak semua unit kerja menjalankan sistem kerja dari rumah secara penuh. Sejumlah unit strategis tetap bekerja dengan skema kombinasi WFO dan WFH demi menjaga pelayanan publik tetap optimal.
Kebijakan WFH BGN tidak dilakukan secara menyeluruh. Ada pertimbangan kuat di balik keputusan ini—yakni menjaga keseimbangan antara efisiensi energi dan kualitas pelayanan masyarakat.
Dadan Hindayana menegaskan, unit yang bersentuhan langsung dengan publik tidak bisa sepenuhnya bekerja dari rumah.
“Unit kerja yang berhubungan langsung dengan masyarakat melaksanakan tugas dengan mekanisme WFO dan WFH masing-masing sebesar 50 persen,” ujarnya.
Unit seperti Inspektorat Utama, Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola, Deputi Penyediaan dan Penyaluran, serta Deputi Pemantauan dan Pengawasan menjadi garda depan yang tetap harus hadir secara fisik.
Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi jaminan bahwa layanan publik tetap berjalan tanpa hambatan.
Dalam implementasinya, kebijakan WFH BGN mengadopsi sistem kerja hybrid. Pegawai dijadwalkan masuk kantor dan bekerja dari rumah secara bergantian, khususnya pada hari Senin dan Jumat.
- Soal PP SDA, Emiten Prajogo (CUAN): Kami Belum Terima Aturan Resminya
- John Herdman Ungkap Kriteria Pemain Tepat untuk Piala AFF
- Jadwal Final Singapore Open 2026: Fajar/Fikri Vs Rankireddy/Shetty!
- AS Beri Sinyal Siap Lanjut Perang Lagi dengan Iran
- Arsenal Tanggapi Wasit Tak Beri Penalti untuk 'Insiden' Madueke
- Kisah Alia yang disuruh menikah dan pendidikannya dibatasi – 'Saya kabur naik ta...
- Mengapa mantan Presiden Iran Ahmadinejad menjadi salah satu misteri dalam perang...
- Kisah Partai Komunis di India – Mengapa pengaruhnya disebut memudar?
- Soal PP SDA, Emiten Prajogo (CUAN): Kami Belum Terima Aturan Resminya
- John Herdman Ungkap Kriteria Pemain Tepat untuk Piala AFF