Yayasan Alumni 90 SMAN 1 Bulukumba Perkuat Kontribusi Sosial
Yayasan Alumni 90 SMAN 1 Bulukumba gelar Raker 2026 di Cafe Grand 99. Fokus pada kolaborasi, inovasi program sosial, dan optimalisasi dana CSR bagi masyarakat.
BULUKUMBA - Suasana hangat menyelimuti Cafe & Resto Grand 99 pada Sabtu (11/4/2026). Di tengah aroma kopi dan diskusi yang mengalir, puluhan tokoh yang tergabung dalam Yayasan Alumni 90 SMAN 1 Bulukumba berkumpul, bukan sekadar untuk bernostalgia, melainkan merajut asa baru melalui Rapat Kerja (Raker) tahunan bertajuk “Yayasan untuk Alumni: Kolaborasi, Kontribusi, dan Inovatif.”
Pertemuan ini menjadi tonggak krusial. Bukan hanya soal urusan administratif, raker ini merupakan ikhtiar kolektif untuk memantapkan posisi yayasan sebagai motor penggerak sosial di Butta Panrita Lopi.
Merajut Kolaborasi di Tengah Perubahan
Ketua Yayasan Alumni 90, Iwan Setiawan Suyuti, SP, MP, tampak bersemangat saat memaparkan arah kebijakan organisasi. Baginya, alumni bukan sekadar deretan nama dalam buku kelulusan, melainkan kekuatan besar yang jika disatukan, mampu melahirkan perubahan signifikan.
"Kita perlu membangun kolaborasi yang solid. Tidak hanya internal, tapi memperluas jejaring kemitraan ke berbagai sektor," tegas Iwan. Ia menekankan bahwa fokus utama yayasan tetap pada tiga pilar: sosial, pendidikan, dan kemanusiaan.
Iwan percaya bahwa di era digital ini, kontribusi nyata harus diimbangi dengan cara-cara baru yang lebih adaptif agar manfaatnya bisa dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas.
Optimalisasi CSR: Jalan Baru Pengabdian
Salah satu poin paling menarik dalam diskusi ini adalah pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai mesin penggerak program. Pembina Yayasan Alumni 90, Dr. H. A. Asnaedy, A, Pt, MH, memberikan pandangan tajam mengenai bagaimana sebuah organisasi nirlaba harus bergerak profesional.
Menurut Asnaedy, program kerja tidak boleh hanya terlihat bagus di atas kertas, tapi harus menjawab keresahan nyata di lapangan. Ia mendorong pengurus untuk melirik potensi CSR sebagai sumber pendanaan alternatif yang strategis.
"Dana CSR itu potensial untuk mendukung kegiatan sosial dan keagamaan kita. Namun, syaratnya satu: pengelolaan harus transparan, akuntabel, dan profesional," ujar Asnaedy dengan nada persuasif.
Ia mengingatkan bahwa menarik minat mitra perusahaan membutuhkan integritas. Yayasan harus mampu menyodorkan proposal yang berkualitas dengan dampak yang terukur, sehingga kepercayaan pihak ketiga dapat terjaga dalam jangka panjang.
Mengukir Dampak, Membangun Warisan
Raker ini juga menjadi ruang evaluasi yang jujur. Para peserta terlibat dalam diskusi partisipatif, membedah apa yang telah dicapai dan apa yang perlu diperbaiki dari program tahun sebelumnya. Semangatnya satu: inovasi tata kelola organisasi agar tetap relevan.
Bukan sekadar kumpul-kumpul rutin, pertemuan ini adalah pembuktian bahwa pengabdian tidak mengenal batas waktu. Alumni angkatan '90 SMANSA Bulukumba ingin menunjukkan bahwa mereka tetap hadir bagi almamater dan masyarakat, meski puluhan tahun telah berlalu sejak masa berseragam putih abu-abu.
Sebagai penutup, rapat kerja ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis. Ada komitmen kuat yang lahir dari meja diskusi di Grand 99 tersebut: bahwa Yayasan Alumni 90 harus menjadi organisasi yang kredibel, profesional, dan selalu memiliki solusi bagi tantangan sosial di Bulukumba.
Ke depan, keberhasilan yayasan ini akan sangat bergantung pada konsistensi pengurus dalam mengeksekusi rencana aksi CSR tersebut. Jika berhasil, pola ini bisa menjadi blueprint bagi ikatan alumni lain dalam mengelola potensi sosial secara modern.*