Ancaman Kekeringan April, Ini Cara Kementan Hadapi El Nino Ekstrem di Indonesia
Kementan siaga hadapi El Nino ekstrem mulai April. Strategi pompanisasi dan mitigasi jadi kunci menjaga produksi pangan nasional.
Harapan di Tengah Tanah yang Mengering
Kembali ke sawah Sumarno, suara pompa air kini terdengar lebih mantap. Air mulai mengalir, perlahan membasahi tanah yang sempat kehilangan harapan. Ini bukan sekadar soal teknologi, tetapi tentang bagaimana manusia beradaptasi, bertahan, dan terus mencari cara untuk hidup berdampingan dengan alam yang terus berubah.
Dengan potensi El Nino yang kembali menguat, pemerintah memastikan seluruh jajaran telah disiagakan. Namun, kunci sebenarnya tetap berada di tangan para petani—mereka yang setiap hari berdialog langsung dengan tanah, air, dan cuaca.
Ajakan pemerintah pun jelas: jangan menunggu hingga kekeringan datang. Bergeraklah sejak sekarang, manfaatkan setiap sumber daya yang ada, dan jadikan pengalaman masa lalu sebagai bekal untuk menghadapi masa depan.
Di tengah ancaman yang nyata, harapan itu tetap ada—mengalir bersama air yang dipompa, menyusuri saluran irigasi, dan menghidupkan kembali sawah-sawah yang nyaris menyerah.*
- Polemik penutupan izin Alfamart dan Indomaret di NTB – Toko kelontong 'makin ter...
- Saat Rival Ramai-ramai Ledek Arsenal soal Liga Champions
- Lo Kheng Hong Borong 19,9 Juta Saham Grup Salim (SIMP) Rp11,94M
- Brasil Vs Panama: Casemiro Cs Menang 6-2
- Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia di FIFA Matchday Juni 2026
- Polemik penutupan izin Alfamart dan Indomaret di NTB – Toko kelontong 'makin ter...
- Kisah Alia yang disuruh menikah dan pendidikannya dibatasi – 'Saya kabur naik ta...
- Mengapa mantan Presiden Iran Ahmadinejad menjadi salah satu misteri dalam perang...
- Saat Rival Ramai-ramai Ledek Arsenal soal Liga Champions
- Lo Kheng Hong Borong 19,9 Juta Saham Grup Salim (SIMP) Rp11,94M