Dari Ladang ke Pabrik: Strategi BULOG Menyelamatkan Hasil Panen Tebu Petani Blora

BULOG bantu petani tebu Blora salurkan panen ke pabrik gula. Langkah nyata jaga harga, pasar, dan kesejahteraan petani

Dari Ladang ke Pabrik: Strategi BULOG Menyelamatkan Hasil Panen Tebu Petani Blora
Foto: Direktur Utama Perum BULOG Dr. Ahmad Rizal Ramdhani/Humas BULOG RI/JalurDua/
Bacakan Artikel

Jalurdua.com BLORA - Langit Blora masih menyisakan kabut tipis ketika deru truk pengangkut tebu mulai memecah sunyi pagi. Di antara batang-batang tebu yang menggunung, ada harapan yang kerap tertunda: harga yang layak, pasar yang pasti, dan keberpihakan yang nyata. Di titik itulah, kisah tentang negara yang hadir—atau absen—selalu diuji. Kini, di tengah kegelisahan petani tebu, sebuah langkah konkret muncul dan mencoba menjawab kegamangan itu.

Negara Hadir di Tengah Ladang: BULOG dan Harapan Baru Petani Tebu Blora

Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk mendukung kesejahteraan petani tebu di Kabupaten Blora melalui langkah yang tak sekadar administratif, melainkan menyentuh langsung nadi persoalan: penyaluran hasil panen. Dalam lanskap tata niaga gula nasional yang kerap berliku, memastikan tebu petani terserap oleh pabrik gula menjadi persoalan krusial yang menentukan hidup-matinya ekonomi petani.

Langkah strategis ini dilakukan dengan membantu penyaluran hasil panen tebu masyarakat ke pabrik gula milik PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan dari PTPN Group yang tersebar di Jawa Tengah. Bagi petani, ini bukan sekadar distribusi komoditas, melainkan jaminan bahwa jerih payah mereka tidak berakhir sia-sia di ladang.

Di balik kebijakan ini, ada upaya besar untuk memperkuat ekosistem pangan nasional. BULOG memahami bahwa stabilitas gula bukan hanya soal angka produksi, tetapi juga tentang rantai distribusi yang adil dan efisien. Ketika hasil panen terserap optimal, maka roda ekonomi di tingkat petani ikut berputar lebih sehat.

Direktur Utama Perum BULOG, Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan posisi lembaganya sebagai penghubung antara petani dan industri. Dalam keterangannya, ia menyampaikan, “Kami berkomitmen hadir di tengah petani, termasuk di Blora, untuk memastikan hasil panen tebu mereka dapat tersalurkan dengan baik ke pabrik gula, sehingga memberikan nilai tambah dan kepastian pasar bagi petani.”

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: