Gabah Bergerak Keluar Daerah, Penggiling Bulukumba Desak DPRD Gelar RDP

Ketahanan pangan Bulukumba terancam akibat eksodus gabah ke luar daerah. FPPLB desak DPRD segera gelar RDP untuk bendung lonjakan harga beras lokal.

Gabah Bergerak Keluar Daerah, Penggiling Bulukumba Desak DPRD Gelar RDP
Foto: Ilustrasi karikatur berita/AI Gemini/JalurDua/
Bacakan Artikel

JALURDUA BULUKUMBA – Deru mesin di gudang penggilingan padi kini mulai melambat, berganti sunyi yang mencemaskan. Di saat fenomena "Godzilla El Nino" memangkas angka rendemen padi, para pengusaha penggilingan lokal di Bulukumba justru harus menghadapi kenyataan pahit: gabah petani "lari" ke luar daerah akibat gempuran pembeli luar yang berani menawar dengan harga di atas rata-rata pasar.

Situasi ini bukan sekadar soal persaingan bisnis, melainkan alarm keras bagi kedaulatan pangan di Bumi Panritalopi. Forum Penggiling Padi Lokal Bulukumba (FPPLB) secara resmi mengeluarkan peringatan serius mengenai ancaman efek domino yang mengintai. Jika aliran gabah ini tidak segera dibendung melalui regulasi yang ketat, warga Bulukumba diprediksi akan kesulitan mendapatkan beras dengan harga terjangkau di rumah sendiri.

Ancaman "Godzilla El Nino" dan Eksodus Bahan Baku


Fenomena iklim ekstrem tidak hanya membuat sawah meranggas, tetapi juga menurunkan kualitas butiran padi. Di tengah kondisi rendemen yang menurun, masifnya pergerakan tengkulak dari luar kota yang menyerap gabah petani secara besar-besaran menciptakan ketimpangan pasokan bahan baku di tingkat lokal.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: