Bahaya Rokok Mengancam, RSUD Bulukumba Pilih Jalur Edukasi

RSUD Bulukumba menggeser fokus pelayanan ke arah promotif dan preventif dengan menggencarkan edukasi bahaya rokok langsung di ruang tunggu Poli Paru.

Bahaya Rokok Mengancam, RSUD Bulukumba Pilih Jalur Edukasi
Foto: dokter spesialis paru, dr. Hamka, Sp.P, berdiri memberikan paparan klinis/JalurDua/
Bacakan Artikel

Tantangan terbesar dalam menekan angka morbiditas akibat tembakau adalah adiksi nikotin yang kini mulai merambah usia muda. Oleh karena itu, pendekatan preventif yang digulirkan menyasar edukasi sejak dini agar rantai ketergantungan dapat diputus sebelum berkembang menjadi penyakit kronis yang membebani fasilitas kesehatan di masa mendatang.

“Kesehatan paru-paru sangat penting dijaga. Jangan menunggu sakit baru berhenti merokok, karena pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan,” tegas dr. Hamka menutup sesinya, sebuah kalimat penyeru yang mengingatkan kembali fungsi esensial dari tubuh yang sehat.

Melalui pergeseran strategi pelayanan dari kuratif menuju promotif-preventif, RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba berupaya membangun benteng kesehatan yang lebih kokoh di tingkat masyarakat dasar. Dampak jangka panjang dari konsistensi edukasi bahaya rokok ini diharapkan mampu menurunkan beban keterisian ruang rawat inap akibat penyakit tidak menular (PTM) yang sejatinya bisa dicegah.

ke depan menunjukkan bahwa keberhasilan rumah sakit daerah di masa depan tidak lagi diukur dari seberapa banyak pasien yang berhasil mereka obati, melainkan dari seberapa mapan kesadaran preventif masyarakat sehingga mereka tidak perlu mengantre di koridor rumah sakit dalam kondisi kritis.***

Pilih Halaman: