Infrastruktur Kesehatan Bulukumba Prioritas, 8 Puskesmas Direhab

Infrastruktur kesehatan Bulukumba dalam kondisi kritis. 8 ambulans puskesmas tidak layak pakai & 8 gedung menua. Pemkab desak Kemenkes turun tangan.

Infrastruktur Kesehatan Bulukumba Prioritas, 8 Puskesmas Direhab
Foto: Bupati Bulukumba Didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Muhammad Amrullah dan Direktur RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja dr. H. Rizal Ridwan Dappi, pemerintah daerah mempresentasikan usulan darurat di hadapan Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono./JalurDua/
Bacakan Artikel

Jalurdua.com JAKARTA — Kondisi infrastruktur kesehatan Bulukumba kini berada dalam titik krusial yang memerlukan penanganan mendesak. Delapan unit armada ambulans di tingkat pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) dilaporkan telah rusak dan tidak layak pakai untuk merujuk pasien, sementara delapan gedung fasilitas kesehatan primer di wilayah tersebut mengalami penuaan parah hingga membutuhkan rehabilitasi total.

Guna mengatasi ancaman kelumpuhan layanan rujukan medis tersebut, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf bergerak cepat mendatangi Kantor Kementerian Kesehatan di Jakarta pada Rabu, 10 Juni 2026. Didampingi Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Muhammad Amrullah dan Direktur RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja dr. H. Rizal Ridwan Dappi, pemerintah daerah mempresentasikan usulan darurat di hadapan Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono.

Langkah jemput bola ke pemerintah pusat ini menjadi potret nyata betapa ketimpangan fasilitas medis di daerah masih menjadi persoalan pelik. Kehadiran jajaran petinggi dinas kesehatan dan rumah sakit ini menegaskan bahwa daerah tidak sedang dalam kondisi baik-baik saja dalam pemenuhan hak dasar hidup warganya.

Armada Usang dan Ancaman Keselamatan Pasien Nyata

Bagi masyarakat di belahan Sulawesi Selatan bagian timur, ambulans bukan sekadar kendaraan operasional, melainkan jembatan hidup dan mati. Ketika delapan puskesmas memiliki armada yang dinyatakan sudah tidak layak pakai, risiko keterlambatan penanganan pasien darurat dipastikan melonjak tajam.

Kondisi riil ini menjadi landasan utama mengapa penguatan infrastruktur kesehatan Bulukumba tidak bisa lagi ditunda melalui prosedur birokrasi yang berbelit. Mobilitas rujukan medis dari desa menuju rumah sakit regional sangat bergantung pada kelayakan prasarana transportasi kesehatan tersebut.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: