News and Education Versi penuh
Opini

Jokowi Soal Gaji ke-13 ASN, Rocky Gerung: Ada Ketidakpercayaan Diri

Jalurdua.com - Jakarta | Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 yang dikumandangkan pada kanal Youtube Sekretariat Presiden pada 14 April 2022 lalu....

Oleh herwanto2582@gmail.com 15 Apr 2022 14:19 2 menit baca

Jakarta | Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengumumkan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 yang dikumandangkan pada kanal Youtube Sekretariat Presiden pada 14 April 2022 lalu.

Kabar tersebut resmi ditandatangani pada Peraturan Pemerintah (PP) tentang pemberian THR dan gaji ke-13 tahun 2022.

Dalam PP tersebut, Jokowi juga memberikan tunjangan sebesar 50 persen untuk ASN, TNI, dan Polri yang memiliki Tunjangan Kinerja (Tukin).

Melihat hal itu pengamat politik Rocky Gerung, menilai bahwa keputusan ini adalah bentuk kepanikan dari sang Presiden.

Rocky Gerung juga mengomentari aksi Jokowi yang menurutnya repot-repot hingga mengumumkan sendiri gaji ke-13 dan THR. Menurutnya Menteri Keuangan juga sudah cukup untuk mengumumkan hal semacam ini.

“Flyer (gaji ke-13) ini memang perlu dibuat, supaya semua orang tahu masih ada uang. Dan (keputusan gaji ke-13 serta THR) sangat mungkin itu diputuskan Presiden Jokowi bahwa dia musti mengumumkan sendiri dan dia langsung memerintahkan bawahannya bikin flyer,” ucap Rocky dikutip Pikiran-Rakyat.com dari kanal Youtube Rocky Gerung Official.

Rocky melihat, ini adalah salah satu itikad kepanikan terutama setelah melihat adanya krisis di Sri Lanka. Menurutnya Presiden juga cemas hal yang sama bisa terjadi di Indonesia.

“Tapi betul, bahwa (gaji ke-13) adalah hal teknis yang sudah diatur. Ada gaji ke-13 segala macam, ngapain mesti di pamer-pamerin. Memang Presiden adalah seorang sosok yang nggak bisa kalau nggak bikin headline, padahal headlinenya itu dirobek-robek mahasiswa,” ujar Rocky Gerung.

Menurutnya akan gaji ke-13 seolah menjadi sogokkan lagi untuk masyarakat. Rocky mengungkap, seharusnya apa yang perlu diperhatikan saat ini adalah hutang, mengingat bahwa hutan Indonesia lebih banyak dari hutang Sri Lanka.

“Kalau dibandingkan dengan Sri Lanka, mereka berhutang 700 Triliun Sudah panik. Kita berhutang 10 ribu Triliun masih tenang-tenang aja. Tapi orang tetap anggap bahwa Indonesia ini fragile alias sangat rapuh, dan setiap saat bisa saja jadi seperti Sri Lanka,” kata Rocky Gerung.

Tapi apa boleh buat, lantaran banyak konsumsi biaya negara yang harus dibiayai dari utang luar negeri tersebut, menurut Rocky Gerung.

“Jadi sebetulnya Presiden menyembunyikan sesuatu di belakang flyer itu, itu adalah flyer gelap yang nggak mau dibuka,”

Menurutnya, pasti Kabinet sendiri bingung saat melihat hal ini. Kareena Menteri Keuangan sendiri tahu, bahwa hal ini adalah peraturan yang telah ditetapkan, sebut Rocky Gerung.

“Orang kalau udah pakai promosi, artinya barangnya barang rendahan, kalau bagus ya promosinya sedikit aja, orang udah tahu akan berkualitas. Kalau orang mempromosikan hal yang udah pasti masih dipromosikan, artinya ada semacam ketidakpercayaan diri,” tutur Rocky Gerung sedikit tertawa.