Listrik RSUD Bulukumba Padam 2 Jam, DPRD Desak Sistem Ganda

DPRD Bulukumba sidak RSUD usai listrik padam 2 jam pada 23 April 2026. Komisi II desak pemasangan UPS, sistem genset ganda, dan pengelolaan listrik diserahkan ke pihak ketiga.

Listrik RSUD Bulukumba Padam 2 Jam, DPRD Desak Sistem Ganda
Foto: Sidak oleh Ketua Komisi II, H. Muhdar, dan dihadiri sejumlah anggota dewan—Kaspul BJ selaku Wakil Ketua, Dr. Supriadi, Anhar Sakti, H. Musa Lirpa, serta anggota Komisi I Juandy Tandean. Turut hadir pula Sekretaris Daerah Bulukumba Muh. Ali Saleng, Direktur RSUD dr. Rizal Ridwan Dappi, serta jajaran manajemen PLN ULP Panritalopi/JalurDa/
Bacakan Artikel

Wakil Ketua DPRD: Ruang Operasi Wajib Punya UPS


Wakil Ketua Komisi II, Kaspul BJ, berbicara tegas usai sidak. Menurutnya, sistem kelistrikan RSUD Bulukumba butuh pembenahan menyeluruh—bukan tambal sulam.
"Kita melakukan kroscek di rumah sakit dalam rangka memastikan bahwa proses kelistrikan di rumah sakit terjadi pemadaman karena memang ada trouble di luar kemampuan manajemen rumah sakit," ungkapnya.


Namun kroscek bukan akhir dari segalanya. Kaspul menegaskan, ruang-ruang vital seperti ruang operasi tidak bisa lagi bergantung pada satu sumber daya listrik.
"Seperti ruang operasi, itu perlu cadangan seperti UPS (Uninterruptible Power Supply)," katanya.


Lebih dari itu, Kaspul mendorong agar jaringan genset dan distribusi listrik dirancang secara ganda—sehingga jika ada perbaikan di satu jalur, suplai ke titik kritis tidak ikut terganggu.


"Kemudian kita minta yang mengelola listrik rumah sakit untuk dipihak ketigakan saja, karena ini objek vital yang menyangkut nyawa manusia," tegasnya.


Pernyataan keras itu menjadi sorotan. Pengelolaan kelistrikan RSUD Bulukumba dinilai sudah saatnya diserahkan kepada pihak yang kompeten dan berdedikasi penuh—bukan sekadar dikelola secara internal dengan kapasitas terbatas.

Kronologi Insiden: Panel Rusak, Pemadaman Melebar

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: