Listrik RSUD Bulukumba Padam 2 Jam, DPRD Desak Sistem Ganda

DPRD Bulukumba sidak RSUD usai listrik padam 2 jam pada 23 April 2026. Komisi II desak pemasangan UPS, sistem genset ganda, dan pengelolaan listrik diserahkan ke pihak ketiga.

Listrik RSUD Bulukumba Padam 2 Jam, DPRD Desak Sistem Ganda
Foto: Sidak oleh Ketua Komisi II, H. Muhdar, dan dihadiri sejumlah anggota dewan—Kaspul BJ selaku Wakil Ketua, Dr. Supriadi, Anhar Sakti, H. Musa Lirpa, serta anggota Komisi I Juandy Tandean. Turut hadir pula Sekretaris Daerah Bulukumba Muh. Ali Saleng, Direktur RSUD dr. Rizal Ridwan Dappi, serta jajaran manajemen PLN ULP Panritalopi/JalurDa/
Bacakan Artikel


Apa yang sesungguhnya terjadi malam itu?
Pihak rumah sakit menjelaskan, pemadaman awalnya direncanakan hanya 15 hingga 20 menit—waktu yang dibutuhkan untuk proses penyambungan instalasi listrik guna mendukung operasional peralatan bedah jantung. Sebuah langkah yang seharusnya memperkuat layanan.


Namun di luar perkiraan, motorized panel pembagi mengalami kerusakan mendadak setelah proses penyambungan dilakukan. Akibatnya, pemadaman yang mestinya singkat justru berlangsung hampir dua jam penuh—dari pukul 17.35 hingga 19.45 WITA.


Insiden ini membuka realita yang lebih besar: infrastruktur kelistrikan RSUD Bulukumba belum memiliki sistem redundansi yang memadai untuk objek vital sekelas rumah sakit daerah.

Direktur RSUD: Kami Minta Maaf dan Terus Berbenah


Di tengah sorotan tajam, Direktur RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, dr. Rizal Ridwan Dappi, menyambut positif kunjungan Komisi II. Ia justru berterima kasih atas perhatian dewan.


"Kami atas nama direksi dan jajaran menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila ada pelayanan yang kurang nyaman pada saat pemadaman kemarin," ujarnya.


Lebih dari sekadar permohonan maaf, dr. Rizal menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki sistem layanan. Sidak DPRD ini, menurutnya, menjadi dorongan sekaligus cermin bagi manajemen rumah sakit untuk bergerak lebih cepat.

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: