Makassar Jadi Role Model Perizinan Digital Sektor Gizi dan Kesehatan

Digitalisasi perizinan Makassar dipuji BGN. Inovasi AI dan SOLATA’ BOSS percepat layanan kesehatan dan standarisasi gizi nasional.

Makassar Jadi Role Model Perizinan Digital Sektor Gizi dan Kesehatan
Foto: Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), Khairul Hidayati, dalam rangka Kunjungan Kerja ke Kota Makassar untuk meninjau kesiapan infrastruktur pendukung penguatan gizi masyarakat/ Biro Hukum dan Humas BGN/JalurDua/
Bacakan Artikel

Wajah Baru Pelayanan Publik

Transformasi tersebut tidak terjadi secara instan. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar, pemerintah kota menghadirkan inovasi seperti aplikasi SOLATA’ BOSS dan pemanfaatan AI Chatbot.

Kehadiran teknologi ini menjadi solusi atas persoalan klasik birokrasi: waktu, transparansi, dan kepastian hukum. Perizinan mandiri di luar sistem OSS kini dapat diproses lebih cepat, tanpa celah praktik pungutan liar.

Dalam perspektif investasi, langkah ini menjadi sinyal kuat bagi pelaku usaha. Mereka tidak lagi dihadapkan pada ketidakpastian, melainkan sistem yang jelas dan terukur. Bagi sektor kesehatan dan jasa boga, kepastian ini berarti percepatan operasional sekaligus jaminan standar kualitas.

Dari Sistem ke Dampak Nyata

Lebih dari sekadar administrasi, digitalisasi perizinan membawa dampak langsung pada upaya standarisasi layanan. Klinik, laboratorium gizi, hingga unit penyedia pangan sehat kini memiliki akses yang lebih mudah untuk mendapatkan legalitas.

Hidayati menekankan bahwa kemudahan ini akan mempercepat pemantauan status gizi masyarakat secara lebih akurat.

“Digitalisasi perizinan yang akuntabel di Makassar menjadi role model bagi daerah lain. Dengan sistem yang bersih dan cepat, ketersediaan fasilitas kesehatan serta laboratorium gizi yang terstandarisasi dapat terakselerasi demi memastikan setiap anak dan keluarga mendapatkan akses pangan serta layanan kesehatan berkualitas,” tambahnya.

Lanjut ke Halaman 3
Pilih Halaman: